INFOACEHUTARA.com — Sebagai wujud kepedulian terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Aceh Utara, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 06 menunjukkan aksi nyata. Pada Rabu (21/1/2026), para mahasiswa turun langsung membantu masyarakat Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, dalam mempersiapkan infrastruktur pascabanjir.
Bersama personel TNI dan perangkat desa setempat, para mahasiswa melakukan gotong royong membersihkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat akibat banjir besar yang terjadi pada awal Januari lalu. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan serius hingga memaksa penghuninya mengungsi.
Dengan semangat pengabdian, mahasiswa KKN Unimal berkolaborasi dengan warga dan aparat untuk membersihkan semak belukar, menyingkirkan puing-puing sisa banjir, serta meratakan tanah. Langkah ini dilakukan guna memastikan lokasi tersebut siap segera digunakan sebagai tapak pembangunan Huntara.
Geuchik Desa Mane Tunong, Faisal ST, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kerja keras para mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan dampak positif yang signifikan bagi moral warga.
“Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya membantu secara fisik dalam proses pembersihan lahan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah musibah yang kami alami,” ujar Geuchik Faisal.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi proses pemulihan pascabanjir. Pihak TNI akan terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan infrastruktur darurat guna mempercepat masa rehabilitasi.
Aksi gotong royong ini diharapkan menjadi langkah awal yang krusial dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Mane Tunong. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan peran aktif generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjawab tantangan sosial dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan di daerah tempat mereka mengabdi.
Melalui kolaborasi antara akademisi, aparat keamanan, dan masyarakat, proses pemulihan bagi warga terdampak banjir di Aceh Utara diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terorganisasi dengan baik. []




















