INFOACEHUTARA.com — Kelompok 04 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) resmi menghadirkan media edukasi lingkungan baru di SD Negeri 2 Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui pemasangan plang edukasi mengenai jenis sampah dan durasi penguraiannya pada Sabtu (31/1/2026).
Program ini dirancang sebagai upaya konkret untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada siswa sekolah dasar sejak usia dini. Melalui visualisasi yang informatif, para mahasiswa berupaya mempermudah pemahaman siswa mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap kelestarian alam.
Plang edukasi yang dipasang memuat data komprehensif mengenai perbedaan karakteristik sampah organik dan anorganik. Salah satu poin penekanan dalam media tersebut adalah durasi dekomposisi sampah plastik yang dapat memakan waktu hingga ratusan tahun.
Ketua KKN PPM Unimal Kelompok 04, Teuku Rifki, menjelaskan bahwa pemilihan media plang permanen bertujuan agar pesan edukasi dapat tersampaikan secara berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari siswa.
“Kami ingin memberikan pemahaman sederhana bahwa setiap sampah yang dibuang memiliki dampak jangka panjang. Harapannya, siswa dapat mulai membiasakan diri memilah sampah dengan benar sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Rifki.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Kepala SDN 2 Muara Batu, Syech Mulyadi S.Pd, menyatakan bahwa kehadiran plang edukasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas mahasiswa KKN Unimal. Media pembelajaran seperti ini sangat efektif karena ditempatkan di area strategis yang mudah dijangkau oleh pandangan siswa setiap hari,” kata Syech Mulyadi.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok 04, Depita Kardiati, S.Pd., M.Si., menilai bahwa edukasi lingkungan di tingkat dasar adalah fondasi penting. Menurutnya, kesadaran yang dibentuk sejak dini akan menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap isu perubahan iklim dan manajemen limbah di masa depan.
Proses pengerjaan hingga instalasi plang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota kelompok mahasiswa sebagai wujud pengabdian masyarakat. Dengan adanya fasilitas ini, SDN 2 Muara Batu diharapkan dapat menjadi pionir sekolah berbasis literasi lingkungan di wilayah Aceh Utara. []





















