INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 09 melakukan aksi nyata dalam menata estetika lingkungan. Melalui kegiatan gotong royong besar-besaran, puluhan mahasiswa berhasil mengubah wajah Dusun Teungoh, Gampong Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, menjadi lebih bersih dan tertata pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja strategis di bidang lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan standar kebersihan serta kenyamanan area permukiman gampong secara signifikan.
Untuk memastikan transformasi lingkungan berjalan maksimal, sebanyak 50 mahasiswa KKN dikerahkan langsung ke lapangan. Skema kerja disusun secara sistematis dengan membagi peserta ke dalam lima kelompok kecil.
“Seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok, di mana setiap kelompok beranggotakan 10 orang. Masing-masing kelompok ditempatkan di titik lokasi yang berbeda agar proses pembersihan dapat menjangkau lebih banyak area dan hasilnya lebih merata,” ujar Sultan Muarif, anggota Kelompok 09.
Aksi yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan pemetaan zona kerja dan distribusi peralatan. Para mahasiswa menyisir berbagai sudut dusun dengan fokus utama pada Normalisasi Drainase, Sanitasi Lingkungan, dan Manajemen Limbah.
Selain aspek kebersihan, mahasiswa melakukan penataan pada area sekitar jalan dusun. Langkah ini diambil agar akses publik terlihat lebih rapi dan bebas dari hambatan fisik maupun estetika yang mengganggu.
Kegiatan gotong royong ini tidak sekadar mengejar hasil fisik sesaat, namun membawa misi edukasi bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan menjadi katalisator bagi warga untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Semangat kebersamaan dan koordinasi yang solid antar-mahasiswa menjadi kunci efisiensi kerja dalam aksi ini. Melalui perombakan wajah desa ini, mahasiswa KKN Unimal berharap masyarakat Dusun Teungoh dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong di tingkat gampong. []




















