INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 36 Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan edukasi teknik budidaya cabai bagi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan masyarakat Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui optimalisasi sektor pertanian hortikultura. Program ini berfokus pada transfer pengetahuan teknis guna meningkatkan produktivitas komoditas cabai yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.
Materi edukasi mencakup seluruh siklus produksi cabai secara komprehensif, meliputi tahapan Pra-Tanam (pemilihan varietas unggul, pengelolaan lahan, dan teknik penyemaian benih), Perawatan (prosedur penanaman yang tepat serta pemeliharaan rutin tanaman), Perlindungan Tanaman (strategi pengendalian hama dan penyakit secara efektif), hingga tahapan Pasca-Panen (teknik pemanenan yang menjaga kualitas hasil produksi).
Penyampaian materi dilakukan melalui metode presentasi dan diskusi interaktif untuk memastikan peserta dapat mengadopsi teknik tersebut secara praktis di lapangan.
Ketua KKN-PPM Kelompok 36, Rahul Salmansyah Pasaribu, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam mendukung stabilitas ekonomi lokal.
“Kami berharap melalui edukasi ini, masyarakat mendapatkan landasan pengetahuan yang kuat untuk dikembangkan menjadi unit usaha produktif di desa,” ungkap Rahul.
Senada dengan hal tersebut, Dafa Ihza Mahendra, mahasiswa jurusan Agroekoteknologi yang bertindak sebagai pemateri, menekankan pentingnya penerapan teknik yang tepat untuk hasil yang maksimal.
“Kami mengemas materi ini secara sederhana namun aplikatif. Harapannya, pengelola BUMDes dapat meningkatkan skala produksi dan kualitas panen sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan,” jelas Dafa.
Pemerintah Gampong Tambon Baroh menyambut positif inisiatif ini. Geuchik Gampong Tambon Baroh menyatakan apresiasinya atas kontribusi intelektual para mahasiswa Unimal. Ia berharap sinergi antara akademisi dan desa ini tidak berhenti pada tahap edukasi saja, namun dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat desa melalui unit usaha BUMDes yang lebih berdaya saing. []






















