INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Universitas Malikussaleh (Unimal) menunjukkan dedikasi sosial yang tinggi di Desa Cot Manyang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Di tengah agenda pemulihan lingkungan pasca-bencana, mereka terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi kenduri dan prosesi peusijuek warga pada Rabu (4/2/2026).
Keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen para mahasiswa untuk tidak hanya hadir sebagai relawan fisik dalam pemulihan pasca-banjir, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghormati nilai-nilai luhur serta kearifan lokal Aceh.
Ketua KKN Relawan Unimal, Wahyu Riansyah, menyatakan bahwa partisipasi dalam kegiatan adat ini menjadi momentum krusial bagi mahasiswa untuk bersosialisasi secara lebih mendalam dengan warga setempat.
“Tugas kami tidak terbatas pada pembersihan sisa banjir semata. Melalui kenduri dan peusijuek, kami belajar bahwa pemulihan sosial dan spiritual masyarakat pasca-bencana sangatlah penting. Kami hadir untuk memastikan tradisi ini tetap berjalan hangat meskipun dalam kondisi pemulihan,” ujar Wahyu.
Sekretaris Kelompok, Mifdal Trinaldi Harepa, menjelaskan bahwa para mahasiswa terlibat langsung mulai dari persiapan logistik hingga penyajian makanan di dapur umum. Aktivitas ini menciptakan ruang diskusi yang hangat antara kaum muda akademisi dan warga desa.
“Dapur umum menjadi tempat interaksi yang sangat efektif. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran relawan Unimal bertujuan meringankan beban warga dalam segala aspek, baik fisik maupun dalam pelaksanaan hajatan adat,” tambah Mifdal.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dedi Fariadi, S.T., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap keseimbangan program yang dijalankan oleh para mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mahasiswa dalam membagi fokus antara tanggap bencana dan pelestarian adat adalah bentuk pengabdian yang paripurna.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu membagi fokus dengan baik. Selain tanggap terhadap sisa bencana, mereka tetap menjunjung tinggi nilai edukasi, empati, dan penghormatan terhadap adat istiadat setempat. Ini adalah bentuk pengabdian yang utuh,” ungkap Dedi.
Dengan langkah ini, kehadiran mahasiswa KKN Relawan Unimal di Desa Cot Manyang tidak hanya meninggalkan jejak pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat modal sosial melalui pelestarian budaya lokal. []





















