INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Malikussaleh (Unimal) bersama warga Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, resmi memulai tahapan pengolahan lahan untuk proyek demonstration plot (demplot) padi sawah, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak, sebuah inisiatif kolaboratif bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Dalam fase awal ini, mahasiswa dan warga melakukan pembajakan lahan seluas 2 rante sebagai langkah krusial sebelum memasuki masa penanaman.
Keberhasilan dimulainya proyek ini tidak terlepas dari peran aktif Abdullah, mantan Geuchik Gampong Pulo Iboih. Ia secara sukarela menyediakan lahan pribadinya untuk dijadikan lokasi percontohan budidaya padi sawah. Tidak hanya menyerahkan lahan, Abdullah juga terlibat langsung dalam proses pembajakan di lapangan.
“Saya memberikan lahan ini agar bisa menjadi contoh bagi petani lain. Saya juga ikut membantu pembajakan supaya kegiatan demplot ini bisa berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat gampong,” ungkap Abdullah di sela-sela aktivitas pengolahan lahan.
Proses pembajakan ini merupakan keberlanjutan dari upaya pompanisasi yang sebelumnya telah diinisiasi oleh mahasiswa untuk memastikan kecukupan debit air irigasi. Proyek demplot ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif sekaligus sarana uji banding antara metode budidaya akademis dan pola tanam tradisional yang selama ini diterapkan petani setempat.
Perwakilan mahasiswa HIMAGRI, Reza, menekankan bahwa persiapan lahan yang matang adalah kunci keberhasilan produktivitas tanaman.
“Pembajakan lahan ini menjadi langkah awal kami. Kami berharap demplot ini nantinya dapat menunjukkan hasil yang signifikan sehingga mampu memotivasi petani untuk meningkatkan produktivitas padi sawah mereka,” tutur Reza.
Melalui kolaborasi erat ini, HIMAGRI menargetkan demplot tersebut dapat menjadi bukti nyata penerapan pertanian yang lebih terencana dan produktif. Program ini juga diproyeksikan sebagai instrumen percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah Aceh Utara yang sempat terdampak bencana banjir, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani lokal. []






















