INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Malikussaleh (Unimal) menarik perhatian warga Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, melalui aksi penanaman padi dengan teknik yang tidak biasa. Dalam program “Mahasiswa Berdampak” yang bekerja sama dengan Kemendikti Saintek, mereka menerapkan sistem tanam Jajar Legowo 3:1 di lahan demonstrasi plot (demplot), Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar penanaman biasa, melainkan sebuah edukasi visual bagi petani lokal. Mahasiswa memulai proses dengan pencabutan benih secara teliti, kemudian menggunakan alat khusus untuk membuat garis jarak tanam yang presisi sebelum bibit ditancapkan ke lahan seluas 1.000 meter persegi tersebut.
Sistem Jajar Legowo 3:1 dipilih karena keunikannya dalam mengatur ruang tumbuh tanaman. Al Fatah, perwakilan mahasiswa HIMAGRI, menjelaskan bahwa pola ini memberikan ruang kosong yang teratur di antara barisan tanaman untuk memastikan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari yang optimal.
“Dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dan unik ini, padi mendapatkan ruang tumbuh yang jauh lebih baik dibandingkan cara konvensional. Kami optimis hasil panennya nanti akan jauh lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Al Fatah.
Metode baru yang dibawa mahasiswa ini disambut hangat oleh warga. Abdullah, mantan Geuchik Gampong Pulo Iboih, beserta istrinya, Cut Azidah, bahkan secara sukarela menyerahkan lahan pribadi mereka untuk dijadikan lokasi percontohan. Keduanya tampak antusias ikut turun ke sawah mendampingi para mahasiswa.
“Kami sangat mendukung inovasi ini. Lahan ini kami serahkan agar bisa menjadi contoh nyata bagi petani lain di desa kami. Kami harap ini menjadi langkah awal pemulihan pertanian kami pascabanjir,” ungkap Abdullah dengan penuh semangat.
Senada dengan suaminya, Cut Azidah berharap kegiatan ini menjadi momentum pembelajaran bersama antara kaum akademisi dan petani tradisional.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Setia Budi, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah sawah adalah bentuk pengabdian nyata. Menurutnya, demplot ini dirancang agar masyarakat bisa melihat langsung perbandingan hasil antara metode lama dengan sistem jajar legowo yang lebih terukur.
“Kegiatan ini mengintegrasikan ilmu agribisnis yang dipelajari di kampus dengan praktik langsung. Kami ingin demplot ini menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan yang memperkuat kolaborasi antara universitas dan masyarakat,” pungkas Setia Budi.
Melalui aksi ini, HIMAGRI Unimal berharap pola tanam unik tersebut dapat segera diadaptasi secara luas oleh petani di Aceh Utara guna meningkatkan ketahanan pangan daerah pascabanjir. []





















