INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Kelompok 22 Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan kunjungan lapangan ke sentra produksi batu bata milik warga di Gampong Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari proses produksi sekaligus memetakan potensi ekonomi lokal sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berinteraksi langsung dengan para perajin batu bata. Salah satu pekerja, Idah (47), menjelaskan secara mendalam mengenai tahapan pembuatan batu bata yang telah digelutinya selama tiga tahun terakhir.
Menurut penuturannya, proses produksi meliputi pengolahan tanah liat sebagai bahan baku utama, pencetakan manual sesuai ukuran standar, pengeringan alami dengan bantuan sinar matahari. Terakhir proses pembakaran, yang merupakan tahap krusial selama 3–4 hari untuk memastikan batu bata matang sempurna dan memiliki ketahanan tinggi.
Usaha ini merupakan salah satu penggerak ekonomi di Gampong Reuleut Timu. Dalam satu hari, tempat produksi ini mampu menghasilkan sekitar 900 hingga 1.000 batang batu bata. Produk tersebut dipasarkan dengan harga Rp400 per batang.
Ketua Kelompok KKN 22 Unimal, Makmur Erfansyah, menyatakan bahwa observasi lapangan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai realitas dunia usaha kecil di tingkat desa.
“Kunjungan ini memberikan pembelajaran langsung kepada mahasiswa untuk memahami proses usaha masyarakat. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kerja keras warga dalam mengelola potensi ekonomi lokal,” ujar Makmur.
Melalui kegiatan studi produksi ini, Kelompok 22 KKN PPM Unimal berharap dapat mempererat sinergi antara akademisi dan masyarakat. Mahasiswa berkomitmen untuk membantu mendorong perhatian berbagai pihak terhadap pengembangan usaha batu bata di Reuleut Timu, agar potensi ekonomi ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat. []























