INFOACEHUTARA.com — Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosa) Kabupaten Aceh Utara tengah memprioritaskan perbaikan infrastruktur jaringan komunikasi Radio Handy Talky (HT). Langkah strategis ini dilakukan guna mempercepat masa pemulihan pascabanjir melalui penguatan konektivitas yang tangguh di seluruh wilayah terdampak.
Upaya ini selaras dengan semangat “Aceh Utara Bangkit”, di mana Pemerintah Kabupaten berupaya membangun sistem komunikasi alternatif yang tidak hanya bergantung pada jaringan seluler publik.
Kepala Dinas Kominfosa Aceh Utara, Halidi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa ketersediaan jaringan radio komunikasi merupakan prioritas utama. Hal ini krusial untuk menjamin kelancaran koordinasi antara pimpinan daerah dengan petugas lapangan, terutama di titik-titik yang mengalami kendala sinyal ponsel (blank spot).
“Kami bergerak cepat melakukan perbaikan infrastruktur ini agar koordinasi pemulihan tidak terhambat. Radio HT adalah alat komunikasi vital yang sangat handal dalam situasi pascabencana karena sifatnya yang mandiri dan tidak bergantung pada infrastruktur seluler publik,” ujar Halidi.
Secara teknis, proses revitalisasi ini dipimpin oleh Kepala Bidang terkait, Nanda Imanda, S.T. Tim teknis fokus melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh repeater (pemancar ulang) serta memastikan sinkronisasi frekuensi telah berjalan optimal di setiap posko pemulihan.
Sekretaris Kominfosa Aceh Utara, Hamdani, S.Ag., M.Sos., menambahkan pentingnya aliran data yang bersifat real-time dari lapangan menuju pusat komando untuk menentukan kebijakan yang tepat.
“Sumber informasi dari bawah harus cepat sampai ke pusat komando. Dengan Radio HT, alur instruksi dapat dilakukan secara kolektif dan instan. Ini merupakan bagian dari upaya kita agar Aceh Utara segera bangkit dari dampak banjir,” jelas Hamdani.
Dalam proses perbaikan ini, Diskominfosa Aceh Utara menetapkan tiga target utama, yaitu Stabilitas Sinyal Radio, memastikan jangkauan frekuensi mencakup seluruh kecamatan yang terdampak banjir. Selanjutnya Integrasi Jalur Koordinasi, menyatukan kanal komunikasi antara BPBD, Dinas Sosial, dan unsur pimpinan daerah dalam satu frekuensi terpadu. Terakhir, Keandalan Perangkat, memastikan seluruh perangkat HT milik petugas di lapangan dalam kondisi siap pakai selama 24 jam penuh.
Melalui optimalisasi jaringan komunikasi radio ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara optimis bahwa proses pemulihan infrastruktur serta penyaluran bantuan kepada masyarakat akan berjalan lebih efektif, transparan, dan terukur. []





















