Info Aceh Utara
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
Kirim
Langganan
Info Aceh Utara
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
No Result
View All Result
Info Aceh Utara
No Result
View All Result
  • News
  • Aceh
  • Aceh Utara
  • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
Home Daerah Aceh Utara

[Opini] Sultanah Nahrasiyah dan Pengaruhnya dalam Kemajuan Kesultanan Samudra Pasai

Oleh: Dr. Miswari, M.Ud*

Redaksi by Redaksi
20 Oktober 2025
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dr. Miswari, M.Ud., Pengajar Sejarah dan Filsafat pada Pascasarjana IAIN Langsa

Dr. Miswari, M.Ud., Pengajar Sejarah dan Filsafat pada Pascasarjana IAIN Langsa. 📷: Dok. Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu di kampus UIN Sultanah Nahrasiyah saya bermaksud menghimpun berbagai data yang memungkinkan usaha penelitian tentang eksistensi Zawiyah Blang Peuria yang merupakan lembaga pendidikan agama Islam terbesar di Asia Tenggara yang memiliki peran besar dalam melahirkan ulama intelektual pada masa Kesultanan Samudra Pasai. Di antara ulama intelektual yang dilahirkan Zawiyah Blang Peuria adalah Hamzah Fansuri, Syamsuddin Al-Sumatrani, Syarif Hidayatullah, Hasan Fansuri, Maulana Ishaq, Saiful Rijal, Syaikh Abdurrauf al-Singkili, dan banyak ulama intelektual lainnya (Miswari, 2024). Sayangnya, kajian mengenai lembaga pendidikan besar tersebut seperti tenggelam dalam sejarah.

Konten Terkait

IMPELMA dan Yayasan Andaru Selaras Gelar Trauma Healing, Pulihkan Psikologis Korban Banjir Aceh Utara

Mahasiswa KKN Unimal Peduli Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Aksi Bersih Polindes Meunasah Drang

Menembus Dusun Terisolasi, LAZ Nurul Hayat Surabaya Antar Bantuan ke Korban Banjir Aceh Utara

Berbincang dengan salah seorang pengajar bidang sosial UIN Sultanah Nahrasiyah, menjelaskan bahwa terdapat banyak versi penulisan nama tokoh perempuan yang namanya diabadikan sebagai nama kampus Islam tersebut. Banyak literatur menulis namanya dengan Sultanah Nahrisyah. Namun sebenarnya, sesuai dengan pahatan pada nisan yang terletak di kecamatan Samudera, kabupaten Aceh Utara, pada nisan tokoh dimaksud tertulis Malikah Nahrasiyah, bukan Nahrisyah. Kepastian itu menurut dosen tersebut telah divalidasi oleh seorang epigraf terkemuka di Aceh. Adapun makam Sultanah Nahrasiyah merupakan nisan terbaik dan paling indah di antara nisan-nisan lain peninggalan Kesultanan Samudra Pasai. Beliau menjadi penguasa Kesultanan Samudra Pasai mulai 1406 hingga 1428 Masehi. Meskipun pada nisannya tertulis ‘malikah’ bukan ‘sultanah’, banyak peneliti tetap menyebut tokoh tersebut dengan sebutan ‘sultanah’, antara lain karena bentuk pemerintahan Samudra Pasai itu adalah sistem kesultanan, bukan kerajaan. Kampus Islam di Lhokseumawe juga mengabadikan nama tokoh perempuan penanda kemajuan Samudra Pasai itu dengan Sultanah Nahrasiyah.

Pada masa kepemimpinan Sultanah Nahrasiyah, terjadi pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Samudra Pasai. Kekuasaannya meluas hingga menjangkau negeri-negeri kecil di pedalaman Pasai. Selain menguasai jalur pelayaran laut Selat Malaka, meningkatnya perekonomian Kesultanan Samudra Pasai pada masa kekuasaan Sultanah Nahrasiyah juga terjadi karena kemampuannya dalam mengoptimalisasi sungai sebagai jalur lalu lintas untuk mengangkut berbagai hasil bumi di pedalaman pulau Sumatra yang kaya dan juga mendistribusikan berbagai barang yang diimpor dari berbagai penjuru negeri. Kuat dugaan, itulah penyebab kenapa tokoh perempuan perkasa ini sering disebut “nahri-syah” dalam banyak literatur. Yang mana ‘nahri’ artinya sungai dan ‘syah’ artinya penguasa. Secara filosofis, lakap tersebut juga bermakna kemampuan Sultanah Nahrasiyah dalam mengoptimalisasi berbagai potensi yang dimiliki negeri-negeri yang berada di bawah Kesultanan Samudra Pasai. Akar kata ini pula yang membuat banyak penulis lebih suka menyebut pemimpin perempuan itu dengan Sultanah Nahrisyah.

Warisan penting dari Sultanah Nahrasiyah adalah kepiawaiannya dalam mengatur sistem ekonomi yang stabil dengan menerapkan berbagai kebijakan tertulis terhadap tata kelola perdagangan. Sistem perekonomian yang termanajemen dengan baik tersebut membuat kesejahteraan Samudra Pasai terus meningkat. Manajemen perekonomian itu pula yang mengilhami pengelolaan sistem perpolitikan (tata negara) Kesultanan Samudra Pasai secara sistematis. Sistem manajemen pemerintahan Kesultanan Samudra Pasai menginspirasi Kerajaan Malaka untuk menyusun tata kelola pemerintahan yang lebih sistematis, sehingga kemudian Kesultanan Malaka menjadi salah satu kekuasaan di Asia Tenggara yang mula-mula memiliki manajemen administrasi dan tata kelola pemerintahan yang stabil (Muallif, 2022).

Pengaruh Kesultanan Samudra Pasai terhadap Malaka pada masa kekuasaan Sultanah Nahrasiyah selain pada bidang administrasi pemerintahan, juga pada bidang agama dan ilmu pengetahuan. Raja Malaka waktu itu, Parameswara, memohon kepada Sultanah Nahrasiyah agar dapat diberikan bagian pengelolaan pelayaran kapal-kapal dagang Selat Malaka yang waktu itu dikuasai kesultanan Samudra Pasai. Sultanah Nahrasiyah mengabulkan permohonan tersebut dengan syarat Raja Malaka beserta para petinggi kerajaan masuk Islam. Syarat itu disanggupi Raja Malaka sehingga dia, para petinggi kerajaan, dan banyak rakyatnya masuk Islam. Parameswara sendiri bahkan mengganti sistem kekuasaannya menjadi kesultanan dan dia sendiri menjadi sultan dengan gelar Sultan Iskandar Syah (1400-1414 M) pada Kesultanan Malaka. Kesultanan itu juga menyempurnakan sistem tata kelola dan administrasi pemerintahannya berdasarkan sistem pemerintahan dari Kesultanan Samudra Pasai.

Pada bidang agama, kesultanan Samudra Pasai terus mengirimkan ulama dan cendikiawan untuk mengajarkan agama, sistem politik, dan perekonomian ke Kesultanan Malaka. Di antara ulama yang berperan besar dalam Islamisasi Malaka adalah maulana Ishaq yang berasal dari Samudra Pasai. Terkemudian, ulama-ulama Malaka terus mendapatkan bimbingan ilmu pengetahuan dari ulama Pasai yang berpusat di Zawiyah Blang Peuria. Kedalaman ilmu ulama-ulama Zawiyah Blang Peuria sangat mumpuni. Bahkan persoalan-persoalan sulit dalam metafisika Islam seperti kajian ‘ayan tsabitah yang ditanyakan ulama Malaka kepada ulama Pasai diberikan keterangan yang memuaskan (Alfian, 1999). Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada Kesultanan Samudra Pasai tidak lepas dari kejeniusan, karisma, dan pengaruh besar yang dimiliki oleh Sultanah Nahrasiyah. []

*Penulis merupakan Pengajar Sejarah dan Filsafat pada Pascasarjana IAIN Langsa

ADVERTISEMENT
Editor : Redaksi
Tags: Dr. Miswari M.UdIAIN LangsaSultanah NahrasiyahSultanah NahrisyahUIN Sultanah NahrasiyahZawiyah Blang Peuria

KontenTerkait

IMPELMA Banda Aceh & Yayasan Andaru Selaras hadirkan dukungan psikologis bagi warga Matangkuli pascabanjir lewat latihan TRE dan kegiatan psikososial
Aceh Utara

IMPELMA dan Yayasan Andaru Selaras Gelar Trauma Healing, Pulihkan Psikologis Korban Banjir Aceh Utara

19 Januari 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 2 Universitas Malikussaleh bergotong royong membersihkan Polindes Gampong Meunasah Drang, Muara Batu, Aceh Utara
Aceh Utara

Mahasiswa KKN Unimal Peduli Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Aksi Bersih Polindes Meunasah Drang

18 Januari 2026
Dok. LAZ Nurul Hayat
Aceh Utara

Menembus Dusun Terisolasi, LAZ Nurul Hayat Surabaya Antar Bantuan ke Korban Banjir Aceh Utara

17 Januari 2026
Geuchik Gampong Keude Lapang, Riza Pahlawi, lima hari pasca dilantik langsung bergerak cepat menyalurkan ratusan paket sembako bagi warga terdampak banjir
Aceh Utara

Dukung Program Bupati, Geuchik Riza Pahlawi Salurkan Sembako kepada Warga Keude Lapang

17 Januari 2026
Pengurus BKM Masjid Besar Murtadha Simpang Mulieng periode 2026-2029 resmi dilantik bertepatan dengan malam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Prosesi pelantikan oleh Camat Syamtalira Aron, Surya Phachta, dilanjutkan dengan adat Peusijuek yang dipimpin Tgk. Zainuddin Ibrahim (Abi Doy Bayu)
Aceh Utara

Momentum Isra Mikraj: Pengurus Baru BKM Masjid Besar Murtadha Dilantik dengan Adat Peusijuek

16 Januari 2026
Riza Pahlawi, resmi dilantik sebagai Geuchik Gampong Keude Lapang oleh Camat Lapang, Muzakir SE
Aceh Utara

Riza Pahlawi Resmi Dilantik, Geuchik Baru Keude Lapang Siap Wujudkan Perubahan

13 Januari 2026
Next Post
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto mendonorkan darah dalam aksi kemanusiaan yang digelar Polres Aceh Utara bekerja sama dengan UTD PMI Aceh Utara, Rabu (22/10)

Polres Aceh Utara Gelar Donor Darah HUT ke-74 Humas Polri, 40 Kantong Terkumpul

Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Masyarakat dan Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh, Sabtu (25/10)

Andi Miswar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum IMPELMA Banda Aceh 2025–2027

Konten Rekomendasi

IMPELMA Banda Aceh & Yayasan Andaru Selaras hadirkan dukungan psikologis bagi warga Matangkuli pascabanjir lewat latihan TRE dan kegiatan psikososial

IMPELMA dan Yayasan Andaru Selaras Gelar Trauma Healing, Pulihkan Psikologis Korban Banjir Aceh Utara

19 Januari 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 2 Universitas Malikussaleh bergotong royong membersihkan Polindes Gampong Meunasah Drang, Muara Batu, Aceh Utara

Mahasiswa KKN Unimal Peduli Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Aksi Bersih Polindes Meunasah Drang

18 Januari 2026
Pengurus BKM Masjid Besar Murtadha Simpang Mulieng periode 2026-2029 resmi dilantik bertepatan dengan malam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Prosesi pelantikan oleh Camat Syamtalira Aron, Surya Phachta, dilanjutkan dengan adat Peusijuek yang dipimpin Tgk. Zainuddin Ibrahim (Abi Doy Bayu)

Momentum Isra Mikraj: Pengurus Baru BKM Masjid Besar Murtadha Dilantik dengan Adat Peusijuek

16 Januari 2026
Dinas Sosial PPPA Aceh Utara

Trending

  • Pengurus BKM Masjid Besar Murtadha Simpang Mulieng periode 2026-2029 resmi dilantik bertepatan dengan malam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Prosesi pelantikan oleh Camat Syamtalira Aron, Surya Phachta, dilanjutkan dengan adat Peusijuek yang dipimpin Tgk. Zainuddin Ibrahim (Abi Doy Bayu)

    Momentum Isra Mikraj: Pengurus Baru BKM Masjid Besar Murtadha Dilantik dengan Adat Peusijuek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menembus Dusun Terisolasi, LAZ Nurul Hayat Surabaya Antar Bantuan ke Korban Banjir Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa KKN Unimal Peduli Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Aksi Bersih Polindes Meunasah Drang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IMPELMA dan Yayasan Andaru Selaras Gelar Trauma Healing, Pulihkan Psikologis Korban Banjir Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil AKBP Trie Aprianto, Perwira Berpengalaman dalam Pemberantasan Narkoba, Kini Jabat Kapolres Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram TikTok

Media Info Aceh Utara menyajikan berita dan informasi sebagai sarana literasi digital di Aceh Utara secara khusus dan Aceh pada umumnya.

Redaksi dan Manajemen

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2023 PT Pasai Info Media

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi

© 2023 PT Pasai Info Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In