Info Aceh Utara
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
Kirim
Langganan
Info Aceh Utara
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
No Result
View All Result
Info Aceh Utara
No Result
View All Result
  • News
  • Aceh
  • Aceh Utara
  • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
Home Daerah Aceh Utara

Canang Aceh Terancam Punah

Redaksi by Redaksi
28 Juni 2022
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Canang Aceh Terancam Punah

Muhammad Isa Daud, pengrajin alat musik tradisional Aceh. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Lhoksukon | Info Aceh Utara – Benturan kayu dengan kayu karena pukulan ringan dari tangan renta Muhammad Isa Daud menghasilkan nada yang mampu memanjakan telinga, pria 75 tahun itu begitu menikmati harmoni dari empat bilah kayu yang disusun berjejer di atas penyangga kayu dan ditabuh dengan alat berbentuk seperti stik drum, namun ukurannya agak lebih lebar.

Konten Terkait

Resmikan 104 Huntap di Aceh Utara, Menko Polkam Beri Bantuan Sapi Meugang

Pelantikan DPK Tani Merdeka Aceh Utara, Lhoksukon Diusulkan Jadi Pilot Project Pertanian

Isi Ramadhan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Halaqah Qur’an di Cot Kumbang

“Ini namanya Canang Ceureukeh, dulu kami memainkan Canang ini, saat menjaga sawah dari hama burung saat padi berbuah, dan setelah panen kembali di mainan untuk meluapkan kegembiraan atas rezeki yang diperoleh,” ungkap pria yang akrab disapa Utoh Amad ini, saat ditemui di kediaman beliau, Gampong Paya Teungoh Dusun Keuramat Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Utoh Amad menjelaskan, ada empat irama yang dimainkan tadi, ia menyebutnya tingkah atau pola dalam bahasa Indonesia, masing-masing bilah memiliki nama tersendiri yang diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Bilah pertama disebut aneuk (anak), bilah kedua disebut rempah, bilah ketiga Chup-chup dan bilah terakhir disebut rempah.

Di usianya yang telah senja Utoh Amad masih setia melestarikan alat musik tradisional Aceh ini, selain membuat Canang Ceureukeh ia juga mengajarkan cara memainkannya walaupun tak banyak yang berminat terutama kalangan generasi muda Aceh tapi paling tidak anaknya yang berusia 11 tahun sudah mewarisi kepiawaiannya memainkan alat ini.

Utoh Amad menuturkan bahwa keberadaan Canang Ceureukeuh sekarang tidak banyak tidak diketahui oleh generasi sekarang, apalagi memainkan alat musik ini. Konflik berkepanjangan di Aceh menjadi salah satu penyebab hilangnya Canang dari panggung seni Aceh.

“Di masa konflik para seniman dan masyarakat tak sempat berkreasi, yang dipikirkan hanya menyelamatkan diri dan keluarga, akibatnya Canang mulai hilang dari masyarakat, makanya pada event Festival Aceh International Percussion tahun 2019 di Aceh Jeumpa Bireuen, banyak pengunjung yang bertanya-tanya tentang alat musik ini,” ungkap Utoh Ahmad

Ditambah dengan pandemi covid-19 yang membatasi gerak masyarakat khususnya seniman, keberadaan Canang Ceurekeh ini semakin terancam punah. Selain tak ada lagi pesta rakyat usai panen, tak ada juga panggung kreasi untuk menampilkan warisan budaya Canang Ceureukeh.

ADVERTISEMENT

Utoh Amad menyorot rendahnya minat generasi muda Aceh untuk menikmati budaya warisan indatunya karena imbas budaya pop, bisa jadi suatu saat generasi Aceh hanya mewarisi kata-kata “gadoh peih Canang bak keude kupi” tanpa tahu seperti apa bentuk Canang yang disebutnya.

Penulis : Nanda Al Bintang
Tags: alat musik acehcanang ceureukehutoh amad aceh

KontenTerkait

Menko Polkam Djamari Chaniago menyerahkan bantuan sapi meugang untuk warga di sela-sela peresmian 104 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Gampong Kuala Cangkoi, Aceh Utara
Aceh Utara

Resmikan 104 Huntap di Aceh Utara, Menko Polkam Beri Bantuan Sapi Meugang

15 Maret 2026
Ketua DPK Tani Merdeka Lhoksukon, Mawardi (Teungku Adek), saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus kecamatan se-Aceh Utara
Aceh Utara

Pelantikan DPK Tani Merdeka Aceh Utara, Lhoksukon Diusulkan Jadi Pilot Project Pertanian

11 Maret 2026
KPM UIN SUNA
Aceh Utara

Isi Ramadhan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Halaqah Qur’an di Cot Kumbang

25 Februari 2026
Tim FMDA menyalurkan bantuan sembako dan wakaf kitab kuning untuk santri terdampak banjir di Aceh Utara
Aceh Utara

Banyak Kitab Kuning Hanyut, FMDA Prioritaskan Wakaf Literasi untuk Dayah Aceh Utara

25 Februari 2026
lahan demplot HIMAGRI, Gampong Pulo Iboih, Aceh Utara
Aceh Utara

Masuki Usia Dua Minggu, Pertumbuhan Padi Demplot HIMAGRI Unimal Dinilai Positif

23 Februari 2026
Mahasiswa KPM Kelompok 67 UIN SUNA
Aceh Utara

Mahasiswa UIN SUNA Hidupkan Program Tahfiz di SDN 10 Dewantara Lewat Kurikulum Cinta

23 Februari 2026
Next Post
Wabup Aceh Utara Buka Pelatihan Administrator Layanan SP4N-Lapor!

Wabup Aceh Utara Buka Pelatihan Administrator Layanan SP4N-Lapor!

Samsat Jempol Lhokseumawe ‘Goes To Campus’ IAIN Lhokseumawe

Samsat Jempol Lhokseumawe ‘Goes To Campus’ IAIN Lhokseumawe

Konten Rekomendasi

Ketua DPK Tani Merdeka Lhoksukon, Mawardi (Teungku Adek), saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus kecamatan se-Aceh Utara

Pelantikan DPK Tani Merdeka Aceh Utara, Lhoksukon Diusulkan Jadi Pilot Project Pertanian

11 Maret 2026
Menko Polkam Djamari Chaniago menyerahkan bantuan sapi meugang untuk warga di sela-sela peresmian 104 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Gampong Kuala Cangkoi, Aceh Utara

Resmikan 104 Huntap di Aceh Utara, Menko Polkam Beri Bantuan Sapi Meugang

15 Maret 2026
Dinas Sosial PPPA Aceh Utara

Trending

  • Menko Polkam Djamari Chaniago menyerahkan bantuan sapi meugang untuk warga di sela-sela peresmian 104 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Gampong Kuala Cangkoi, Aceh Utara

    Resmikan 104 Huntap di Aceh Utara, Menko Polkam Beri Bantuan Sapi Meugang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPK Tani Merdeka Aceh Utara, Lhoksukon Diusulkan Jadi Pilot Project Pertanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isi Ramadhan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Halaqah Qur’an di Cot Kumbang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil AKBP Trie Aprianto, Perwira Berpengalaman dalam Pemberantasan Narkoba, Kini Jabat Kapolres Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa KPM UIN SUNA Sulap Lahan Kosong di Cot Ara Jadi Kebun Sayur Organik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram TikTok

Media Info Aceh Utara menyajikan berita dan informasi sebagai sarana literasi digital di Aceh Utara secara khusus dan Aceh pada umumnya.

Redaksi dan Manajemen

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2023 PT Pasai Info Media

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi

© 2023 PT Pasai Info Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In