Lhoksukon | Infoacehutara.com — Angin kencang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (10/7) lalu, mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 166 bangunan dan rumah warga.
Sebagian dari rumah-rumah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat. Menanggapi musibah ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban terdampak.
Data dari BPBD Aceh Utara menunjukkan bahwa kecamatan yang paling terdampak adalah Nibong, Tanah Luas, Syamtalira Aron, Langkahan, Samudera, dan Matangkuli.
Di Kecamatan Nibong saja, 17 rumah warga rusak, dengan delapan di antaranya dalam kondisi parah. Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara ini mengungsi ke rumah sanak saudara sambil berupaya membersihkan puing-puing sisa reruntuhan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), langsung meninjau lokasi terdampak pada Jumat (11/7) pagi. Dalam kunjungan tersebut, Ayahwa menyerahkan bantuan masa panik berupa makanan, pakaian, kebutuhan pokok, dan santunan tunai kepada keluarga korban.
“Hari ini kita telah meninjau langsung rumah-rumah warga yang rusak akibat angin kencang. Total ada 166 unit rumah terdampak di lima kecamatan. Kami juga telah menyalurkan bantuan masa panik sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” ujar Ayahwa di sela-sela kunjungannya.
Ayahwa didampingi oleh Dandim Aceh Utara, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Aceh Utara, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Sementara itu, bantuan untuk empat kecamatan lainnya disalurkan melalui kantor camat masing-masing guna memastikan distribusi yang cepat dan merata.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material akibat kerusakan rumah dan bangunan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Ayahwa turut mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang. Ia juga menyarankan warga untuk segera menebang pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan rumah dan keselamatan jiwa.
“Kita harap masyarakat tetap waspada. Bila ada pohon yang tinggi dan sudah rapuh, apalagi dekat rumah, lebih baik segera ditebang untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya. []