INFOACEHUTARA.com — Bagi kebanyakan remaja, usia 15 tahun sering kali dirayakan dengan pesta meriah atau kado istimewa. Namun, bagi Fatimah Zuhra, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Syamtalira Aron, momen pertambahan usianya justru menjadi jembatan kepedulian bagi sesama. Alih-alih merayakan ulang tahun untuk diri sendiri, ia memilih menguras celengannya demi meringankan beban warga terdampak banjir di Aceh Utara.
Aksi menyentuh hati ini bukan tanpa alasan. Fatimah mengaku sangat terkesan dengan pesan bijak Presiden Prabowo Subianto tentang filosofi berbuat baik. Sebuah pesan yang menekankan bahwa jika tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang; jika tidak mampu membantu satu orang pun, setidaknya jangan mempersulit hidup orang lain.
Fatimah, putri dari pasangan Sarjani dan Nunung Safrida yang menetap di Desa Alue Keujruen, Kecamatan Tanah Luas, merelakan tabungan yang telah dikumpulkannya selama satu tahun. Uang senilai Rp2,1 juta yang awalnya disisihkan untuk perayaan ulang tahun, dialihkan sepenuhnya menjadi puluhan paket sembako.
Didampingi teman-temannya pada Kamis (19/3/2026), Fatimah turun langsung menyusuri rumah-rumah warga yang masih berjuang pulih pasca-banjir bandang akhir tahun 2025 lalu. Paket yang dibagikan berisi bahan pokok seperti sirup, gula, kurma, minyak goreng, sagu, dan tepung ketan.
“Di bulan Ramadhan ini kita ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir. Semoga bantuan sederhana ini bisa sedikit meringankan beban mereka saat berbuka puasa dan menyambut Idulfitri,” ujar Fatimah dengan penuh empati.
Aksi sosial ini juga menjadi bentuk sujud syukur Fatimah atas pencapaian akademisnya. Ia baru saja dinyatakan lulus Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Lhoksukon tahun ajaran 2026/2027. Pengumuman kelulusan tersebut diterima tepat dua hari sebelum ia terjun ke lapangan, yakni pada 17 Maret 2026.
Baginya, berbagi di bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah adalah waktu terbaik untuk menunjukkan solidaritas. Meski banjir telah berlalu beberapa bulan, dampak ekonominya masih sangat dirasakan oleh warga kelas bawah di pelosok Aceh Utara.
Kehadiran Fatimah dan rekan-rekannya disambut haru oleh warga. Di sela-sela pembagian bantuan, doa-doa tulus mengalir dari para penerima manfaat yang merasa diperhatikan di tengah masa sulit.
“Semoga Ananda Fatimah Zuhra panjang umur, sehat selalu, sukses dalam pendidikan, dan kelak mendapat posisi pekerjaan yang strategis untuk dapat membantu orang tua, masyarakat, bangsa dan negara serta senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucap Ibu Nurlina, salah satu warga setempat dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Fatimah adalah bukti nyata bahwa empati tidak memandang usia. Sebuah tabungan kecil dari tangan seorang siswi SMP, jika disalurkan dengan ketulusan, mampu memberikan dampak besar bagi mereka yang sedang berjuang menyambung hidup. []





















