INFOACEHUTARA.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara bersama PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) meresmikan Stasiun Penelitian dan Rehabilitasi Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Lanskap Cot Girek di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (20/8/2026).
Fasilitas konservasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM (LPLHa) ini dibangun sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan ekosistem sekaligus menciptakan harmonisasi antara masyarakat dan alam.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan secara simbolis oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, M. Nasir, S.Sos., M.Si.
Acara ini turut disaksikan oleh jajaran Pemkab Aceh Utara, di antaranya Kepala Dinas Perkebunan, Sekretaris Bappeda, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, unsur Muspika Kecamatan Paya Bakong, serta aparatur Gampong Peureupok.
Sementara itu, dari pihak PT PHE NSO selaku pendukung utama program, hadir Manager Environment Regional 1 Ardyan Cahyo, Senior Analyst Environmental Sustainability Subholding Upstream Indachi Purada, Assistant Manager Environment Zona 1 Febi Mardianto, serta Superintendent HSSE Ops PHE NSO Andri Barlian beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ardyan Cahyo menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam menjaga keseimbangan ekosistem demi meminimalkan potensi konflik dengan satwa terancam punah.
“Kolaborasi ini menjadi kunci agar manusia dan satwa liar, terutama gajah sumatra, dapat hidup berdampingan secara damai,” ujar Ardyan.
Kemitraan antara PT PHE NSO dan LPLHa dalam mengelola Lanskap Cot Girek telah berlangsung sejak 2023 melalui pelbagai program intensif. Program tersebut mencakup patroli lapangan, mitigasi konflik manusia–satwa, pengembangan Biodiversity Center Camp, edukasi warga, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga pemulihan ekosistem hutan.
Upaya kolaboratif ini mencatatkan hasil positif. Selama periode 2023–2025, angka konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Cot Girek berhasil ditekan hingga 34,4 persen.
Peresmian Stasiun KEHATI ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi para pemangku kepentingan dalam menjaga alam dan melindungi satwa liar, sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat setempat. []






















