INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXIX Kelompok 42 Universitas Malikussaleh (Unimal) mengenalkan sekaligus menerapkan teknologi biopori sederhana di Desa Mulieng Meucat, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (27/8/2026).
Inisiatif tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengedukasi warga dalam meningkatkan daya resap air sekaligus mengelola limbah rumah tangga.
Sebagai tahap awal pelaksanaan program, para mahasiswa mendatangi dua rumah warga setempat untuk memasang lubang resapan biopori. Sebelum menggali tanah di titik yang telah ditentukan, mereka terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai konsep dasar, fungsi, hingga cara kerja biopori.
Ketua Kelompok 42, Muhammad Ziyad Zoelenda, menegaskan bahwa fokus utama program ini tidak sekadar membuat lubang resapan secara fisik, melainkan juga membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa biopori merupakan cara sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah untuk membantu penyerapan air sekaligus mengelola sampah organik,” ujar Ziyad.
Program tersebut mendapat respons positif dari warga setempat. Yulia Ekawati, salah seorang pemilik rumah yang menjadi lokasi penerapan program, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai manfaat dan pembuatan biopori.
“Sebelumnya saya belum terlalu mengetahui tentang biopori. Setelah dijelaskan, ternyata manfaatnya cukup banyak dan cara membuatnya pun sederhana,” kata Yulia.
Melalui percontohan di dua lokasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 42 berharap pemanfaatan biopori sederhana dapat diterapkan secara meluas oleh warga Mulieng Meucat demi menjaga kelestarian lingkungan dan daya resap air di kawasan permukiman. []




















