INFOACEHUTARA.com — Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak Kelompok Bermain (KB) Ar-Ridha, Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, saat menyambut kehadiran mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri 03 Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe.
Selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (13–14 Februari 2026), kehadiran para mahasiswa ini memberikan warna baru bagi proses belajar dan bermain di lembaga pendidikan tersebut.
Kegiatan pendampingan ini dirancang bukan sekadar untuk menjalankan kurikulum formal, melainkan untuk membangun kedekatan emosional yang mendalam. Hal ini dinilai krusial mengingat KB Ar-Ridha merupakan salah satu lokasi yang sempat terdampak bencana banjir, sehingga kehadiran mahasiswa sekaligus menjadi upaya trauma healing bagi anak-anak.
Kedekatan yang terbangun begitu cepat membuahkan cerita haru. Pada hari kedua kegiatan, para guru menceritakan betapa anak-anak sangat menantikan kehadiran para mahasiswa.
“Awak nyoe tanyoeng, kakak nyan na jak lom uroe nyoe? (Anak-anak tanya, kakak itu ada datang lagi hari ini?),” ungkap Sarawati, salah satu guru di KB Ar-Ridha, menirukan antusiasme polos para siswanya.
Pertanyaan sederhana dalam bahasa Aceh tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah memberikan kesan mendalam di hati anak-anak Desa Cot Ara.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas interaktif, mulai dari bernyanyi bersama, belajar menulis huruf hijaiyah, hingga puncaknya adalah kegiatan mewarnai pada Sabtu (14/2). Melalui goresan warna di atas kertas, anak-anak diajak melatih motorik halus sekaligus keberanian mengekspresikan diri.
Selain aktivitas fisik dan kreatif, momen kebersamaan ini juga diisi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makan bersama menjadi simbol kehangatan keluarga baru antara mahasiswa dan warga sekolah sebelum memasuki masa libur menyambut bulan suci Ramadan.
Kegiatan ditutup dengan sesi apresiasi hasil karya. Beberapa anak dengan bangga menunjukkan hasil mewarnai mereka kepada para mahasiswa, yang dibalas dengan pujian dan pelukan hangat.
Bagi mahasiswa KPM UIN SUNA, pengabdian di Desa Cot Ara bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan sebuah perjalanan kemanusiaan. Kenangan indah yang tercipta selama dua hari ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak KB Ar-Ridha untuk terus belajar dan tumbuh dengan penuh keceriaan, meski sempat melewati masa sulit akibat bencana. []





















