INFOACEHUTARA.com — Aroma harum durian menggantung di udara Lapangan Landing, Lhoksukon, menyapu hidung ratusan pengunjung yang memadati pelataran Kantor Bupati Aceh Utara.
Di tengah keriaan ajang Expo Pembangunan dalam rangkaian Milad ke-800 Samudra Pasai dan Hari Jadi ke-800 Aceh Utara, stan pameran Kecamatan Langkahan mendadak mencuri seluruh perhatian publik.
Sementara kecamatan lain tampak telah melupakan trauma bencana yang merendam wilayah mereka sembilan bulan silam, Langkahan justru memilih cara yang berbeda untuk bangkit.
Stan ini menyuguhkan perpaduan yang tak biasa namun memikat: deretan buah durian unggulan yang manis dan legit bersanding dengan galeri foto dokumenter penanggulangan banjir.
Sejak hari pertama pembukaan pameran rakyat Piasan Pase yang berlangsung selama sepekan penuh, mulai 6 hingga 13 September 2026, warga dan wisatawan berdesakan mengantre untuk mencicipi buah durian terbaik dari perbukitan Langkahan tersebut.
Namun, emosi pengunjung seketika bergeser saat mereka melangkah ke sudut dinding stan. Alih-alih hanya menampilkan kemakmuran panen, stan ini memajang deretan potret kelam saat musibah banjir melanda wilayah mereka.
Foto-foto itu secara gamblang merekam perjuangan warga, genangan air yang melumpuhkan permukiman, hingga aksi bahu-membahu jajaran pemerintah, TNI, Polri, dan relawan dalam mengevakuasi korban selama masa tanggap darurat.
Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, S.STP., M.A.P., menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka membawa misi ganda untuk mempromosikan potensi lokal sekaligus merawat memori kolektif masyarakat.
“Kami sengaja membawa komoditas durian andalan Langkahan ke pameran ini untuk menunjukkan potensi ekonomi kami,” ujar T. Reza Ichwan saat menyambut para pengunjung di stan.
“Di sisi lain, lewat pameran foto banjir ini, kami ingin memperlihatkan realitas tantangan geografis yang kami hadapi sekaligus bukti ketangguhan, solidaritas, dan kebangkitan masyarakat Langkahan pascabencana,” imbuhnya.
Konsep stan yang humanis dan kaya informasi ini menuai apresiasi luas dari masyarakat yang hadir. Di bawah naungan ajang Milad ke-800 Samudra Pasai yang dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), Camat T. Reza Ichwan menaruh harapan besar.
Camat muda ini ingin sektor agrowisata durian kian mendongkrak ekonomi petani lokal, sementara kisah ketangguhan dalam pameran foto tersebut memperkuat mitigasi bencana jangka panjang di masa depan.
Kisah dari Langkahan ini pada akhirnya menampar kesadaran kita bahwa pemulihan pascabencana hidrologis belum benar-benar tuntas. Masyarakat setempat membuktikan bahwa mereka adalah subjek utama pembangunan yang harus bangkit dan berjuang demi memulihkan hunian, ekonomi, serta budaya mereka sendiri. []





















