INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 67 UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe berhasil menghidupkan program Kelas Tahfiz di SD Negeri 10 Dewantara, Desa Tambon Tunong, Kabupaten Aceh Utara. Program ini mengusung pendekatan unik bertajuk “Kurikulum Cinta” sebagai instrumen penguatan karakter siswa.
Inisiasi program ini bermula dari hasil observasi mahasiswa KPM di lingkungan sekolah. Momentum tersebut bertepatan dengan turunnya surat perintah pelaksanaan program tahfiz dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada pihak sekolah.
Merespons hal tersebut, mahasiswa KPM Mandiri 67 melakukan diskusi intensif dengan dewan guru untuk merumuskan konsep pembelajaran. Hasilnya, disepakati penerapan Kurikulum Cinta, sebuah pendekatan yang menekankan pada pembelajaran berbasis kasih sayang, pembinaan akhlakul karimah, serta penguatan nilai spiritual dalam setiap proses menghafal.
Kelas Tahfiz ini resmi diluncurkan pada Senin (26/1/2026). Guna menjaga efektivitas pembelajaran, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tingkat kemampuan dan progres hafalan mereka.
Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Kamis, pukul 11.00 WIB sampai 12.15 WIB. Dalam setiap sesi, mahasiswa KPM bersama guru pendamping membimbing siswa dalam memperbaiki bacaan (tahsin), setoran hafalan baru, hingga pengulangan hafalan (murajaah).
Selama satu bulan masa pengabdian, kehadiran mahasiswa UIN SUNA dinilai memberikan warna baru. Selain bantuan teknis, mereka berhasil membangun suasana belajar yang interaktif sehingga meningkatkan antusiasme siswa dalam mencintai Al-Qur’an.
Meski masa pengabdian mahasiswa KPM telah berakhir, program ini dipastikan tidak berhenti. Pihak SDN 10 Dewantara berkomitmen melanjutkan Kelas Tahfiz secara mandiri sebagai agenda tetap sekolah.
“Implementasi Kelas Tahfiz ini menjadi bukti bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan mahasiswa pengabdian masyarakat dapat melahirkan program berkelanjutan yang berdampak nyata bagi perkembangan peserta didik,” ungkap salah satu mahasiswa KPM.
Melalui kolaborasi ini, SDN 10 Dewantara optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani yang kuat. []





















