INFOACEHUTARA.com — Ramadan tahun ini dijalani dengan suasana berbeda oleh warga di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Di tengah sisa-sisa luka akibat bencana, Islamic Relief Indonesia hadir untuk “menyalakan cahaya” harapan melalui pendistribusian 1.671 paket sembako Ramadan bagi para penyintas di wilayah tersebut.
Penyaluran bantuan ini difokuskan pada empat desa yang terdampak paling parah, yakni Desa Geudumbak, Langkahan, Rumoh Rayeuk, dan Desa Tanjong Dalam Selatan
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nyata bagi keluarga yang masih berjuang memulihkan kehidupan di tengah keterbatasan. Hingga saat ini, sebagian warga dilaporkan masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Setiap paket sembako yang disalurkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pokok satu keluarga selama satu bulan penuh. Komposisi paket tersebut meliputi 25 kg beras dan 2 liter minyak goreng, 1 kg tepung terigu dan 2 kg gula pasir, 30 butir telur dan 2 paket margarin, garam beryodium, kecap manis, agar-agar, serta biskuit.
Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memastikan dapur para penyintas tetap mengepul, sehingga ibadah sahur dan berbuka puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang dan khusyuk.
Area Coordinator Islamic Relief Indonesia wilayah Aceh, Yusrizal Puteh, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi distribusi di Langkahan didasari oleh urgensi kebutuhan masyarakat pascabencana. Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momen ketenangan, namun ujian berat masih membayangi warga setempat.
“Kami hadir untuk menyampaikan amanah dari para donatur Islamic Relief di berbagai penjuru dunia agar saudara-saudara kita di sini tidak merasa sendiri. Harapan kami sederhana: semoga setiap keluarga bisa merasakan kehangatan Ramadan dan kembali menatap hari esok dengan harapan yang tumbuh,” ujar Yusrizal.
Melalui program ini, Islamic Relief Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat yang terdampak bencana. Upaya ini bukan sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menjaga semangat dan martabat para penyintas di tengah situasi sulit. []






















