INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 80 UIN Sultanah Nahrasiyah sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Festival Qur’ani Anak-anak” di Desa Nibong, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua malam, yakni Selasa dan Jumat (10–13/2/2026) ini, diikuti dengan antusias oleh puluhan anak dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Kelompok 80, Irsanul Halim, menyatakan bahwa festival ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kreativitas dan semangat keislaman di kalangan generasi muda sejak dini.
“Kami berharap melalui perlombaan ini, anak-anak di Desa Nibong semakin termotivasi untuk mendekatkan diri pada nilai-nilai Islami, sekaligus berani menampilkan bakat yang mereka miliki di depan publik,” ujar Irsanul dalam keterangannya.
Festival Generasi Qur’ani ini menghadirkan berbagai cabang perlombaan yang disesuaikan dengan kelompok usia peserta, mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi Lomba Azan, Hafalan Surah Pendek (Tahfidz), dan Cerdas Cermat Islami.
Para peserta tampak percaya diri saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an maupun saat berkompetisi dalam adu ketangkasan ilmu agama pada sesi cerdas cermat. Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang berhak mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan.
Penjabat (Pj.) Keuchik Desa Nibong, M. Ja’far, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan dedikasi mahasiswa KPM. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi pembinaan karakter generasi muda di desanya.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam mempererat ukhuwah sekaligus membina generasi yang berakhlak Qur’ani. Kami berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” tutur M. Ja’far.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 80, Syarboini, MA, menegaskan bahwa Festival Generasi Qur’ani adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan tempat mereka mengabdi,” pungkas Syarboini. []























