INFOACEHUTARA.com — Kelompok 22 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh (Unimal) memelopori pembuatan kebun sayur percontohan di lahan terbengkalai seluas 3 × 5 meter di sekitar Meunasah Gampong Blang Crok, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.
Inisiatif ini berfokus pada penguatan ketahanan pangan (Ketapang) masyarakat dari tingkat gampong (desa) melalui pemanfaatan pekarangan lokal.
Pelaksanaan program pengolahan lahan kosong tersebut berlangsung pada Senin (11/8/2026). Langkah strategis ini mengarahkan pemanfaatan fasilitas umum agar mampu memproduksi bahan pangan bernilai gizi secara mandiri.
Sebelum menanam benih, para mahasiswa bergotong-royong membersihkan rumput liar dan sisa-sisa tanaman yang memenuhi area tersebut sejak pagi hari. Mereka melanjutkan proses pekerjaan dengan penggemburan tanah serta pembentukan bedengan yang memperhatikan kerapian ukuran dan jarak tanam secara presisi.
Sebagai tahap awal budidaya, tim KKN menaburkan benih sayuran kangkung dan bayam secara berdampingan di atas bedengan. Pemilihan kedua jenis tanaman ini berpatokan pada masa perawatan yang relatif mudah serta siklus panen yang singkat sehingga warga setempat dapat segera merasakan hasilnya.
Selain bertujuan mengubah wajah kawasan meunasah agar lebih hijau, proyek ini membawa misi utama untuk menginspirasi warga Gampong Blang Crok. Mahasiswa KKN Kelompok 22 mendorong warga agar mengaplikasikan metode serupa pada lahan tidur di sekitar pemukiman maupun area rumah masing-masing.
Geuchik (Kepala Desa) Gampong Blang Crok memberikan apresiasi penuh terhadap aksi nyata para mahasiswa. Ia menilai program pemanfaatan lahan sederhana tersebut mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial secara langsung bagi warganya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan adik-adik mahasiswa KKN ini. Lahan yang tadinya kosong kini bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran, dan ke depannya hasilnya juga bisa dinikmati oleh warga gampong,” ujarnya.
Meskipun menyambut baik, Geuchik menekankan pentingnya aspek keberlanjutan program tersebut setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Menurutnya, pemeliharaan rutin menjadi kunci utama agar kebun percontohan ini dapat terus berproduksi dan memberikan manfaat berkesinambungan bagi warga.
Menanggapi harapan tersebut, tim KKN telah menyusun rencana pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala. Mereka berkomitmen menjalankan proses penyiraman, pembersihan gulma, hingga perawatan intensif sampai masa panen tiba. Seluruh hasil panen perdana kangkung dan bayam nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat di sekitar area meunasah.
Seluruh rangkaian aksi ketahanan pangan ini berjalan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Amru Usman, S.E., Ak., M.Sc.
Adapun tim Kelompok 22 KKN-PPM Unimal dipimpin oleh Aditya Firmansyah Mrp selaku ketua kelompok, dengan anggota Nazwa Tiandra Alea, Faradisa Atrizia, Indah Putri, Tria Aulia Rahmah, Fika Fazila, Devi Aulia Sari, Rivia, Dinda Nur Fadillah Razak, Risqy Irwanda, Al Ikhlas Akmal, dan Muhammad Ziyad Ali.
Langkah awal dari lahan berukuran 3 × 5 meter ini membuktikan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas. Bagi para mahasiswa, kebun percontohan ini bukan sekadar penghijauan visual, melainkan stimulan nyata untuk membangun budaya produktif masyarakat Gampong Blang Crok. []





















