INFOACEHUTARA.com — Forum Multimedia Dayah Aceh (FMDA) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh Utara. Aksi ini berlangsung tepat pada momentum Ramadhan 1447 H untuk membantu masyarakat dan dayah terdampak.
Selain itu, banjir besar menyebabkan banyak dayah mengalami kerusakan parah hingga kehilangan koleksi kitab kuning. Arus air yang sangat deras menghanyutkan sarana belajar santri tersebut pada akhir Februari 2026.
Oleh karena itu, FMDA mengirimkan ratusan paket sembako, mukena, sarung, serta ratusan mushaf Al-Qur’an. Tim lapangan memfokuskan penyaluran wakaf kitab kuning ke Dayah Darul Aman dan Dayah Hayatul Huda.
Selanjutnya, Ketua FMDA Rifki Ismail menyebutkan bahwa kondisi beberapa lingkungan dayah saat ini sangat memprihatinkan. Beliau menyoroti keteguhan pimpinan Dayah Hayatul Huda, Abon Rumoh Rayeuk, yang tetap mengutamakan santri.
Terkait hal tersebut, Rifki mengutip pernyataan haru dari pimpinan dayah yang kehilangan tempat tinggal dan balai pengajiannya. “Abon tidak terlalu memikirkan kondisi pribadi dan keluarganya. Yang paling penting bagi beliau adalah bagaimana kegiatan dayah bisa kembali hidup. Banyak kitab-kitab yang hanyut dan tidak bisa diselamatkan,” ujarnya kepada INFO ACEH UTARA, pada Rabu (25/2).
Lebih lanjut, FMDA menilai bantuan kitab kuning merupakan kebutuhan yang sangat ideal dan mendesak. Kitab-kitab tersebut menjadi bahan ajar utama agar proses pengajian santri segera berjalan kembali.
Maka dari itu, Rifki Ismail mengajak masyarakat luas untuk terus mengulurkan tangan bagi para korban. “Kami pikir selain sembako, kitab kuning sangat ideal untuk dibantu. Banyak dayah yang kehilangan seluruh kitab mereka. Ini kebutuhan utama agar proses pengajian dapat berjalan kembali,” tambah Rifki.
Sebagai penutup, pihak FMDA mengapresiasi para donatur yang telah menitipkan bantuan berupa uang tunai maupun logistik. Seluruh tim memastikan distribusi bantuan akan berlanjut karena kebutuhan warga di lokasi masih sangat tinggi. []





















