INFOACEHUTARA.com — Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang. Langkah ini diawali dengan apel kesiagaan dan gotong royong massal yang dipusatkan di lapangan Kantor Bupati, Landing, Lhoksukon, pada Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan ribuan personel yang terdiri dari ASN, PPPK, hingga PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Aksi kemanusiaan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa kehadiran ASN di tengah masyarakat adalah kewajiban moral untuk mempercepat proses normalisasi daerah.
“Seluruh ASN disiagakan sebelum diterjunkan ke wilayah terdampak terutama Kecamatan Langkahan dan beberapa kecamatan lainnya, guna mempercepat proses pembersihan pascabanjir,” ujar Ayahwa, sapaan akrab bupati.
Fokus utama gotong royong kali ini adalah pembersihan material lumpur yang menimbun berbagai fasilitas vital, mulai dari perkantoran pemerintahan, Puskesmas, sekolah, hingga lembaga pendidikan agama atau Dayah. Kecamatan Langkahan menjadi prioritas utama karena merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan terparah.
Sementara itu, Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, menyatakan bahwa pengerahan massa ini dilakukan secara terorganisir menggunakan kendaraan dinas menuju titik-titik lokasi bencana.
“Hari ini ASN sesuai arahan Bupati kami terjunkan ke lokasi banjir untuk membantu membersihkan fasilitas umum seperti sekolah, dayah dan Puskesmas-Puskesmas yang tertimbun lumpur banjir bandang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara itu.
Di sektor pendidikan agama, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Muhammad Yunus, bergerak cepat menginstruksikan jajarannya melalui Tim Peduli Dayah.
“Hari ini Tim Peduli Dayah bersama ASN, PPPK ASN, dan PPPK paruh waktu melakukan pembersihan di Dayah Darul Aman, Gampong Tanjung Selatan, Kecamatan Langkahan,” katanya.
Melalui gerakan gotong royong massal ini, Pemkab Aceh Utara berharap infrastruktur pelayanan publik dapat segera berfungsi kembali sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal dalam waktu singkat. []






















