INFOACEHUTARA.com — Enam mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menemukan bakat literasi tersembunyi pada siswa SD Negeri 15 Baktiya di Desa Babussalam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Hal ini terungkap saat mereka menggelar kegiatan gerakan literasi sekolah selama tiga hari sejak Kamis (7/5/2026).
Sekolah yang terletak di daerah pelosok ini awalnya diproyeksikan sebagai sasaran peningkatan literasi sekaligus pemenuhan tugas Ujian Tengah Semester (UTS) bagi keenam mahasiswa pelaksana, yaitu Evi Mauliyana Sari, Septia Panca Ningsih, Mutiara Hasti, Nadia Ramadhani, Siti Rahmawati Samosir, dan Mesrani Berutu.
Namun, setelah berinteraksi langsung, para mahasiswa justru mendapati bahwa kemampuan membaca dan menulis para siswa di sana sudah sangat baik, meskipun masih terkendala rasa kurang percaya diri.
Pada hari pertama, para mahasiswa melakukan kunjungan observasi dan meminta izin pelaksanaan kegiatan kepada pihak sekolah. Kepala Sekolah SDN 15 Baktiya, Hasanuddin, menyambut hangat niat baik tersebut dan memberikan dukungan penuh.
“Jangan segan-segan kalau kalian perlu siswa, sekolah ini milik kita. Anggap saja sekolah sendiri,” ujar Hasanuddin menyambut baik kedatangan mahasiswa.
Selanjutnya, para mahasiswa memfokuskan kegiatan hari kedua di kelas 4 dengan mengajak anak-anak mengenal literasi. Mereka melatih keberanian siswa untuk bercerita melalui sebuah gambar.
Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa mengetahui bahwa siswa sebenarnya memiliki kemampuan literasi yang baik namun masih malu berbicara. Salah seorang guru, Supriati, memberikan gambaran mengenai karakter para siswa di sekolah tersebut.
“Yang sabar ya kak kalau ngadepin anak SD, mereka kadang suka bandel,” ungkap Supriati.
Sementara itu, mahasiswa menggelar sosialisasi literasi untuk seluruh siswa pada hari ketiga, Sabtu (9/5/2026). Guru dan siswa mengikuti acara dengan antusiasme tinggi serta penuh semangat meskipun cuaca mendung.
Para mahasiswa mengemas sosialisasi melalui permainan edukatif seperti sambung kata, tebak kata, dan menyusun kata agar siswa tidak bosan. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan seluruh siswa bersemangat mengikuti rangkaian acara.
“Kami melakukan kegiatan ini bukan hanya sekedar untuk tugas kuliah, tapi karena kami memang ingin benar-benar mengajak adik-adik untuk meningkatkan literasi mereka,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana, Evi Mauliyana Sari.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta melakukan sesi dokumentasi bersama Kepala Sekolah dan para guru sebagai tanda kenang-kenangan. Salah satu siswa menyampaikan rasa gembira atas kehadiran para mahasiswa tersebut.
“Kami senang kakak datang ke sekolah kami, besok datang lagi ya kak,” ucap siswa tersebut dengan gembira.
Secara keseluruhan, gerakan literasi ini membuktikan bahwa siswa di daerah pelosok memiliki potensi literasi yang luar biasa. []



















