INFOACEHUTARA.com — Nurhasanah, seorang petani kakao di Gampong Blang Pante, Aceh Utara, berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Ia berjuang menghidupi keluarga sebagai kepala rumah tangga setelah suaminya tewas dalam konflik bersenjata.
Kisah tangguh ini bermula saat Nurhasanah harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Ia melakoni berbagai pekerjaan kasar, mulai dari buruh tani hingga memanggul batu sungai ke dalam truk.
Kondisi ekonomi Nurhasanah membaik setelah ia bergabung dalam Program Kelompok Tani Kepala Rumah Tangga “Inong Balee”. Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO) memberikan pelatihan teknik budidaya dan peremajaan tanaman kakao.
Sebelumnya, hasil panen kebun peninggalan suaminya tidak menentu karena pohon kakao sudah melewati usia produktif. Para perempuan kepala keluarga ini kini menguasai praktik pertanian yang baik melalui metode sekolah lapang.
“Beberapa tahun lalu, kami belum tahu cara menanam yang benar. Hasil panen tidak menentu dan hasil panen tidak berkualitas baik,” ujar Nurhasanah.
Keberhasilan program ini terlihat dari restorasi empat hektar lahan kritis dan penanaman ribuan bibit baru. Produktivitas satu pohon kakao meningkat drastis dari satu kilogram menjadi tiga hingga lima kilogram.
Peningkatan hasil panen tersebut secara otomatis mendongkrak pendapatan para perempuan kepala keluarga di Kecamatan Paya Bakong. Nurhasanah mengaku sangat terbantu dengan pengetahuan baru mengenai kualitas kakao yang laku di pasar.
“Saya sangat bersyukur adanya program pemberdayaan dari PHE NSO. Kami diajarkan berbagai cara untuk meningkatkan hasil panen. Seperti, praktik pertanian kakao yang baik,” katanya.
Inovasi Kuliner di Langkat
Semangat kemandirian ekonomi serupa muncul di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, melalui inovasi olahan ikan baronang. Kelompok UMKM Kuliner Maju Bersama mengubah ikan pakan ternak menjadi camilan bergizi dan makanan tambahan balita.
PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field mendukung kelompok ini melalui pelatihan pengolahan pangan dan keterampilan manajerial. Usaha ini berhasil menekan risiko stunting sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi para ibu rumah tangga.
“Program ini membantu kami, ibu rumah tangga berpenghasilan dan punya keterampilan baru,” kata Sabariah, anggota kelompok UMKM.
Sementara itu, Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengentasan kemiskinan. Program pemberdayaan ini mengedepankan aspek sosial dan ekonomi untuk membangun kemandirian warga.
Pihak perusahaan berharap peningkatan kapasitas diri masyarakat dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya secara permanen. Pertamina terus menyelaraskan program pengembangan masyarakat dengan target pembangunan pemerintah pusat.
“Dengan peningkatan ekonomi, diharapkan dapat memberikan perubahan bagi lingkungan sekitarnya,” tutup Iwan. []





















