INFOACEHUTARA.com — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, secara virtual pada Jumat (10/7/2026). Peresmian infrastruktur ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah banjir tahunan yang kerap melanda wilayah Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., menghadiri langsung prosesi peresmian tersebut di lokasi bendungan. Sejumlah pejabat daerah, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, serta tokoh masyarakat turut mendampingi Bupati dalam acara tersebut.
Selain Krueng Keureuto, Kepala Negara juga meresmikan empat bendungan strategis nasional lain secara serentak. Pusat acara peresmian bersama ini berada di Bendungan Meninting, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, tiga bendungan lain yang ikut diresmikan meliputi Bendungan Rukoh, Bendungan Jlantah, serta Bendungan Sidan. Proyek-proyek tersebut bertujuan untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Terkait spesifikasi, infrastruktur raksasa ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 215,94 juta meter kubik. Pemerintah mengucurkan nilai investasi sekitar Rp2,961 triliun untuk merampungkan proyek yang mulai berjalan sejak 2015 ini.
Selanjutnya, bendungan ini mengairi lahan pertanian seluas 14.695 hektare di beberapa daerah irigasi. Pasokan air tersebut akan meningkatkan produktivitas sawah dan mendukung program swasembada pangan nasional.
Bukan hanya sektor pertanian, infrastruktur ini juga mampu mengendalikan banjir pada kawasan seluas 627 hektare. Wilayah terdampak yang terlindungi meliputi Kecamatan Matang Kuli, Lhoksukon, dan Tanah Luas.
Di samping itu, bendungan menyediakan pasokan air baku sebesar 650 liter per detik untuk masyarakat di lima kecamatan. Warga setempat kini bisa mengakses sumber air bersih secara lebih stabil.
Potensi Energi Baru Terbarukan
Keunggulan lain dari proyek ini adalah potensi pengembangan energi bersih yang ramah lingkungan. Bendungan siap mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 6,34 megawatt.
Selain PLTA, kawasan genangan air juga berpotensi menampung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung hingga 179,28 megawatt. Fasilitas ini menjadi aset strategis dalam transisi energi nasional.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan pentingnya infrastruktur ini untuk menjaga kemandirian pangan, air, dan energi. Pengelolaan air yang baik menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peresmian lima bendungan secara bersamaan menjadi simbol percepatan pembangunan infrastruktur nasional yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi Indonesia menuju kemandirian pangan, air, dan energi,” ujar Presiden Prabowo.
Menutup rangkaian acara, Bupati Ismail A. Jalil menyampaikan apresiasi tinggi atas peresmian proyek nasional ini. Beliau berharap kehadiran bendungan segera membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Aceh Utara. []


















