INFOACEHUTARA.com — Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee mengedukasi generasi muda mengenai warisan sejarah Kesultanan Samudera Pasai melalui penyelenggaraan peringatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir. Panitia pelaksana menargetkan agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana efektif agar generasi muda semakin mengenal dan menghargai pusat peradaban Islam terkemuka di Nusantara tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat pada Rabu (3/6/2026) ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, ulama, anggota KPA, serta elemen masyarakat dari wilayah Pasee dan sekitarnya. KPA Wilayah Pasee menggelar haul tersebut untuk mengenang wafatnya Sultan Al-Malik Azh-Zhahir yang tercatat berpulang pada 12 Dzulhijjah 726 Hijriah.
Selain itu, penyelenggara memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kesadaran publik dalam menjaga warisan sejarah dan peradaban Islam di bumi Pasee.
Peneliti dari Center Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH), Sukarna Putra, membuka rangkaian acara dengan memaparkan sosok dan peran besar Sultan Al-Malik Azh-Zhahir dalam perkembangan Kesultanan Samudera Pasai. Sukarna menjelaskan kontribusi strategis sultan dalam memperkuat posisi Samudera Pasai sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara pada masanya.
Setelah pemaparan sejarah, Tgk. Taufiq Husni dari Krueng Matee memimpin doa bersama untuk mendoakan Sultan Al-Malik Azh-Zhahir beserta para ulama dan pemimpin terdahulu yang telah berjasa bagi agama, bangsa, dan tanah air. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh peserta yang hadir.
Penyelenggara juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim. Panitia berharap santunan tersebut memberikan manfaat nyata sekaligus mengimplementasikan semangat berbagi dalam nilai-nilai Islam.
Pada akhir acara, panitia menggelar kenduri dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. []




















