INFOACEHUTARA.com — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Yayasan Cemerlang Indonesiaku menggelar program peningkatan kapasitas digital bagi para pendidik di Kabupaten Aceh Utara. Pelatihan yang berfokus pada penguasaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan media digital ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabencana banjir di wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan bertajuk “Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia pada Penerima Fasilitas Bantuan BAKTI dalam Rangka Pemulihan Pascabencana” ini berlangsung selama hampir tiga minggu. Sebanyak 49 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, komunitas pendidikan, hingga perwakilan masyarakat terlibat dalam pelatihan yang memadukan metode tatap muka, pembelajaran daring, pendampingan implementasi, serta kompetisi inovasi.
Para peserta tersebut berasal dari berbagai jenjang satuan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, mulai dari tingkat PAUD, RA, MI/MIS, MTs, SMP, SMA, hingga SMK. Keterlibatan berbagai unsur ini bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan setelah terdampak bencana.
Selama program berjalan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai kebutuhan pendidikan modern. Materi yang diajarkan meliputi strategi pembelajaran aktif (Teaching Mastery & Active Learning), pemanfaatan AI, pengembangan media pembelajaran digital, analisis data pendidikan, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan sekolah. Kurikulum pelatihan ini dirancang dengan pendekatan praktik langsung agar dapat segera diterapkan di sekolah masing-masing.
Sebagai hasil nyata dari program ini, para guru yang dibagi ke dalam sepuluh kelompok berhasil menciptakan produk pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Setiap kelompok merancang dan mempresentasikan video pembelajaran yang memanfaatkan teknologi AI di hadapan dewan juri sebagai bentuk evaluasi dan ajang berbagi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi oleh sekolah lain.
Program ini mengusung konsep “Meaningful Connectivity for Education Recovery”, sebuah pendekatan yang memosisikan konektivitas digital bukan sekadar alat bantu, melainkan sebagai motor penggerak utama dalam memulihkan pendidikan, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat karakter siswa, serta memperluas akses belajar.
Ketua Yayasan Cemerlang Indonesiaku menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini bertumpu pada daya adaptasi para pendidik terhadap perkembangan zaman.
“Pemulihan pendidikan pascabencana tidak berhenti pada pemulihan ruang kelas. Yang jauh lebih penting adalah memastikan para guru memiliki kompetensi yang mampu menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21. Ketika guru menguasai teknologi digital dan mampu memanfaatkannya secara tepat, mereka dapat menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan relevan bagi peserta didik.”
Bagi BAKTI Komdigi, program pelatihan ini merupakan komitmen nyata untuk mengoptimalkan infrastruktur digital yang telah mereka bangun. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Komdigi yang bertugas memperluas akses telekomunikasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), BAKTI telah menyediakan akses internet di puluhan ribu titik layanan publik. Peningkatan kapasitas SDM ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata pada kualitas pendidikan melalui pemanfaatan infrastruktur tersebut.
Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat ini diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) pengembangan kapasitas guru yang dapat direplikasi di daerah lain, khususnya wilayah yang sedang bangkit dan membangun kembali sektor pendidikan pascabencana agar menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan. []



















