INFOACEHUTARA.com — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara menetapkan empat pemuda setempat sebagai peraih juara pertama dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Kabupaten Aceh Utara Tahun 2026.
Keempatnya sukses melahirkan inovasi unggulan di berbagai sektor—mulai dari pertanian hingga pendidikan—yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi daerah.
Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan tersebut berlangsung pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (28/10/2026).
Kepala Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang telah menunjukkan prestasi, kreativitas, serta kemampuan dalam melahirkan berbagai terobosan. Ia berharap penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lain untuk terus berkarya.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan potensi, melahirkan karya inovatif, dan membawa nama harum Aceh Utara ke tingkat nasional hingga internasional,” ujar Zulkifli, dikutip Humas Pemkab Aceh Utara, Jumat (30/10/2026).
Zulkifli menambahkan bahwa program Pemuda Pelopor merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya generasi yang berdaya saing tinggi.
“Melalui ajang tersebut, diharapkan semakin banyak pemuda yang terinspirasi untuk menciptakan terobosan baru, mengembangkan potensi lokal, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Deretan Inovasi Empat Pemuda Pelopor
Keberhasilan keempat pemuda ini mencerminkan kreativitas tinggi dalam membaca peluang dan mengatasi persoalan sosial di tengah masyarakat. Masing-masing pemenang dari kecamatan berbeda tersebut meliputi:
- Abdul Hamid (Kecamatan Paya Bakong) dengan karya Budi Daya Melon Khas Aceh Utara di sektor pertanian.
- Baizul Khalis (Kecamatan Kuta Makmur) melalui inovasi Pusat Edukasi Lingkungan Rimba Honey yang berfokus pada budi daya lebah madu kelulut dan pelestarian ekosistem hutan.
- Nahlil Mukta (Kecamatan Nisam) lewat karya Plogger Rencong Pasee di bidang pelestarian lingkungan dan olahraga.
- Hayatun Nufus (Kecamatan Muara Batu) yang menggerakkan program Pendidikan Gratis bagi Anak Yatim Desa di sektor sosial dan pendidikan.
Inspirasi dan Harapan dari Peraih Juara
Salah satu peraih juara pertama, Baizul Khalis, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas apresiasi yang ia terima. Menurutnya, pencapaian ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan batu loncatan untuk menebar manfaat yang lebih luas.
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan usaha madu kelulut dan mengajak pemuda lainnya agar berani berinovasi serta menciptakan peluang ekonomi dari potensi lokal,” ungkap Baizul, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa melalui inisiatif Rimba Honey, kegiatannya tidak hanya berorientasi pada komoditas produksi madu. Lebih dari itu, ia turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem hutan yang menjadi habitat alami lebah.
Bagi Baizul, sektor ekonomi kreatif lokal memiliki peluang tumbuh yang sangat besar apabila dikelola dengan pendekatan yang segar dan berkelanjutan.
“Usaha ternak madu kelulut ini menjadi contoh bagaimana sektor ekonomi kreatif lokal bisa tumbuh jika dikelola dengan pendekatan inovatif,” ujarnya. []




















