Info Aceh Utara
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
Kirim
Langganan
Info Aceh Utara
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
No Result
View All Result
Info Aceh Utara
No Result
View All Result
  • News
  • Aceh
  • Aceh Utara
  • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
Home Daerah Aceh Utara

Legalisasi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Oleh: Tgk Saidul Bariza*

Redaksi by Redaksi
28 September 2023
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Legalisasi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tgk Saidul Bariza. Foto: Ist.

Share on FacebookShare on Twitter

Maulid Nabi menjadi momentum yang sangat berharga bagi seluruh umat Islam. Perayaan ini menjadi ajang untuk mengenang jasa-jasa serta ajaran-ajaran yang telah ditinggalkan oleh beliau. Melalui perayaan ini, seluruh umat Islam diingatkan untuk menjadikan teladan beliau sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia.

Konten Terkait

Peduli Petani, Robert PNA Fasilitasi Alat Berat untuk Perbaiki Jalan Tani Gampong Hueng

Mudirsyah Robert Tuntaskan Masalah Pengairan Sawah di Tanah Luas

KPA Wilayah Pasee Edukasi Generasi Muda Lewat Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir

Umat Islam yang teguh iman dan kecintaannya terhadap Nabi, meyakini dan mempercayai bahwa memperingati Maulid Nabi merupakan ajang untuk mengharapkan syafaat dan pahala. Berbagai dalil dan kutipan ulama disajikan dalam menguatkan argumentasi terhadap perayaan Maulid.

Salah seorang ulama dari kalangan sufi pernah berkata;

الإحتفال بالمولد الشريف لا يحتاج إلى حديث صحيح بل يحتاج إلى قلب صحيح

Artinya: “Perayaan hari kelahiran sang insan mulia itu, tidak butuh hadits shahih, perayaan ini hanya butuh hati yang sehat.”

Dalam kitab Mafahim Yajibu An Tushahhah karya Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki ( hal. 341 ) dan juga termaktub Dalam al-Mushannaf (juz 9, hal. 61) karya Imam Abu Bakr Abdurrazzaq bin Himam as-Shan’ani (w.211 H) disebutkan;

أَنَّ أَبَا لَهَبٍ أَعْتَقَ جَارِيَةً لَهَا، يُقَالُ لَهَا ‌ثُوَيْبَةُ وَكَانَتْ قَدْ أَرْضَعَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَأَى أَبَا لَهَبٍ بَعْضُ أَهْلِهِ فِي النَّوْمِ فَسَأَلَهُ مَا وَجَدَ؟ فَقَالَ: مَا وَجَدْتُ بَعْدَكُمْ رَاحَةً غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ مِنِي وَأَشَارَ إِلَى النُّقْرَةِ الَّتِي تَحْتَ إِبْهَامِهِ فِي عِتْقِي ‌ثُوَيْبَةَ

ADVERTISEMENT

“Dahulu, Abu Lahab memerdekakan seorang budak perempuannya yang bernama Tsuwaibah, Tsuwaibah juga pernah menyusui baginda Nabi. Suatu ketika, salah seorang famili Abu Lahab (Abbas bin Abdul Muthalib) pernah bermimpi bertemu dengannya, lalu bertanya perihal perlakuan yang ia dapatkan di alam barunya. Abu Lahab menjawab, ‘Tak satupun amal baik yang pernah kulakukan kecuali secuil-seraya memberi isyarah pada lekukan di bawah jempolnya-karena telah memerdekakan Tsuwaibah’.”

Kisah Tsuwaibah ini menjadi dasar kuat legalisasi perayaan maulid Nabi. Logika sederhananya, Abu Lahab saja-yang telah dicap celaka ukhrawi dalam surah al-Lahab turut mendapatkan keringanan siksa dari Allah lantaran pernah memerdekakan Tsuwaibah sebagai ekspresi bahagianya menyambut kelahiran anak saudaranya, Muhammad bin Abdillah.

Lalu, bagaimana dengan umatnya yang selalu bershalawat di setiap ba’da shalat dan merayakan kelahirannya tanpa pandang waktu dan tempat, terutama pada bulan Rabiul Awal!?

Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah (juz II, hal. 273) mengatakan;

لمّا بشرته ثويبة بميلاد ابن أخيه محمد بن عبد الله أعتقها من ساعته فجوزي بذلك لذلك

“Ketika Tsuwaibah memberi kabar gembira kepada Abu Thalib tentang kelahiran anak saudaranya, Muhammad bin Abdillah, ia pun langsung memerdekakan budak perempuannya itu seketika juga. Karena hal ini, Allah meringankan siksanya.”

Di hari kelahirannya, seluruh makhluk bersuka ria, dalam menyambut kedatangan sang pembawa berkah, Rahmatan Lil ‘Alamin. Seorang Nabi yang syafaatnya kita harapkan selalu.

Pengekspresian syukur setiap orang dlm menyambut/ memperingati Maulid Nabi bisa berbeda-beda. Tergantung budaya dan tradisi yang berlaku, selama masih dalam pantauan syariat. Hal ini dikuatkan oleh argumen dari Sayyid Muhammad Alawi dalam Hawlal Ihtifal bi Dzikril Maulid an-Nabawi as-Syarif (hal. 24);

وهذا في معنى الإحتفال به إلا أنّ الصورة مختلفة ولكن المعنى موجود سواء كان ذلك بصيام أو إطعام طعام أو اجتماع على ذكر أو صلاة على النبي صلى الله عليه وسلم أو سماع شمائله الشريفة

“Inilah substansi perayaan maulid Nabi, kendati dengan format yang berbeda-beda; ada yang dengan berpuasa, memberi makan kepada sesama, berkumpul dalam halaqah zikir dan intelektual, membaca shalawat kepada baginda Nabi, atau menyimak pembacaan sejarah hidup manusia mulia, Rasulullah.”

Balasan Bagi yang Merayakan Maulid Nabi (Kisah 2 Pemuda di Zaman Dulu)

Perayaan Maulid Nabi dilandasi dengan adanya cinta, sehingga orang-orang yang didalam hatinya memiliki cinta, maka akan melakukan apapun demi menyenangkan hati yang dicintai dan demi menggapai cinta. Sehingga, bagi sesiapa saja yang mengadakan Maulid, maka dia akan mendapatkan balasan yang sangat luar biasa.

1. Konon, dikisahkan pada masa Amirul Mu’minin Harun ar-Rasyid di Bashrah ada seorang pemuda berandal. Penduduk Bashrah memandang hina pemuda tersebut karena perilakunya yang buruk. Namun, ketika bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid datang, pemuda ini menyambutnya dengan mencuci pakaiannya, memakai parfum, berdandan, membuat walimah, dan ia membaca maulid Nabi Muhammad saw. Hal ini terus berlangsung dalam waktu yang lama. Sehingga saat dia meninggal penduduk Bashrah mendengar suara tanpa wujud berkata:

“Wahai penduduk Bashrah hadiri dan saksikanlah oleh kalian jenazah seorang wali dari wali-walinya Allah, sesungguhnya ia mulia di sisiku.”

Kemudian penduduk Bashrah menghadiri sampai dengan menguburkannya.

Lalu, dalam mimpi, mereka melihat pemuda tersebut mengenakan pakaian kebesaran yang terbuat dari sutra. Ditanyakan kepadanya: “Dengan apa engkau mendapatkan keutamaan ini.?”

“Dengan mengagungkan Maulid Nabi Muhammad saw,” jawabnya.

2. Di Negeri Syam, hiduplah seorang pemuda yang rupawan pada masa khalifah Abdul Malik ibn Marwan. Suatu hari pemuda tersebut sedang bermain-main dengan menaiki kudanya. Tiba-tiba kudanya berlari dengan kencang saat ia berada di punggung sampai membawanya di sebuah jalan buntu di Kota Syam. Ia tidak mampu untuk mengendalikan kudanya sehingga kuda nya pun berada di jalan menuju pintu sang khalifah. Lalu kudanya secara tiba-tiba berpapasan dengan putra khalifah Abdul Malik. Ia pun tidak mampu berpaling dari kuda tersebut dan akhirnya tertabrak dan meninggal dunia.

Kejadian ini pun sampai pada sang khalifah. Beliau meminta untuk menghadirkan pemuda penunggang kuda itu. Ketika semakin dekat waktu pemuda itu akan menghadap sang khalifah, tiba-tiba muncul dalam benaknya: “Bila Allah menyelamatkanku dari peristiwa ini, aku akan membuat walimah yang besar dan aku akan membaca maulid Nabi Muhammad saw di walimah itu.”

Ketika pemuda itu hadir di hadapan sang khalifah, sang khalifah pun memandanginya kemudian beliau malah tertawa setelah sebelumnya menahan amarah.

Sang khalifah bertanya heran: “Hai pemuda, apakah engkau pandai menyihir?.”

“Tidak, demi Allah wahai Amirul Mukminin,” jawab pemuda itu.

Kemudian sang khalifah berkata: “Engkau aku maafkan, tetapi katakan kepadaku apa yang telah engkau ucapkan?”

Ia pun menjawab: “Aku berkata: “Bila Allah menyelamatkanku dari kecelakaan jiwa ini aku akan membuat walimah maulid Nabi SAW.”

Sang khalifah berkata: “Sungguh aku telah memaafkanmu dan ambilah ini 100 dinar untuk merayakan maulid Nabi. Dan engkau terbebaskan dari dam (denda) pembunuhan anakku.”

Pemuda itu pun keluar dengan membawa 100 dinar dan terbebaskan dari qisas sebab berkah maulid Nabi Muhammad saw.

Kedua kisah ini disebutkan oleh Syekh Bakri Syatha (w.1310 H) dalam kitabnya I’anatuth Thalibin (juz III, hal. 364).

Saudaraku yang dimuliakan Allah, kisah ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk selalu mengagungkan Maulid Nabi Muhammad Saw dan senantiasa menumbuhkan rasa cinta kepada dan memperbanyak shalawat kepada beliau. Ingatlah kembali, bahwa Rasulullah pernah bersabda;

المرء مع من احب

“Seseorang itu akan bersama dengan orang yang dia cintai.”

Melalui momentum Maulidurrasul, marilah kita tingkatkan kerinduan dan kecintaan terhadap beliau, teladani beliau dalam segala aspeknya, jagalah selalu kesatuan dan persatuan yang telah beliau bumingkan, demi perubahan dan perbaikan.

* Penulis merupakan Guru Dayah Babussa’adah Al Munawwarah Simpang Dama, Aceh Utara dan pengurus RTA Aceh Utara

 

Editor : Amrizal Abe
Tags: legalisasi maulidmaulid 1445 h

KontenTerkait

Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Mudirsyah (Robert), saat meninjau langsung pengerjaan perbaikan jalan lingkungan dan usaha tani menggunakan alat berat di Gampong Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara
Aceh Utara

Peduli Petani, Robert PNA Fasilitasi Alat Berat untuk Perbaiki Jalan Tani Gampong Hueng

17 Juni 2026
Anggota DPRK Aceh Utara dari PNA, Mudirsyah Robert, meninjau hasil normalisasi saluran sekunder irigasi sepanjang 2,5 kilometer di Kecamatan Tanah Luas
Aceh Utara

Mudirsyah Robert Tuntaskan Masalah Pengairan Sawah di Tanah Luas

9 Juni 2026
Jajaran KPA Wilayah Pasee, ulama, dan tokoh masyarakat menghadiri peringatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir
Aceh Utara

KPA Wilayah Pasee Edukasi Generasi Muda Lewat Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir

3 Juni 2026
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil didampingi Wabup Tarmizi Panyang menyerahkan sapi kurban kepada BKM Masjid Agung Baiturrahim, Lhoksukon
Aceh Utara

Bupati dan Wabup Aceh Utara Serahkan Sapi Kurban di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon

27 Mei 2026
Lokasi pengeboran sumur air di Gampong Blang Rubek, Lhoksukon, Aceh Utara, yang tiba-tiba menyemburkan gas, lumpur, dan kobaran api setinggi puluhan meter, Jumat (22/5/2026) dini hari
Aceh Utara

Sumur Bor di Aceh Utara Tiba-Tiba Semburkan Api Setinggi 75 Meter, Warga Geger!

22 Mei 2026
Pimpinan Dayah Darul Muttaqin Lapang, H. Muzakir (Waled Lapang), meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Baitul A'la di Gampong Trieng, Cot Girek, Aceh Utara
Aceh Utara

Masjid Baitul A’la Senilai Rp3,5 Miliar Mulai Dibangun di Cot Girek Aceh Utara

21 Mei 2026
Next Post
Polres Aceh Utara Peringati Maulid Nabi SAW, Kapolres Santuni Anak Yatim

Polres Aceh Utara Peringati Maulid Nabi SAW, Kapolres Santuni Anak Yatim

Dekranasda Aceh Utara Promosikan Batik ‘Hai Pasee’ pada Hari Batik Nasional di TMII

Dekranasda Aceh Utara Promosikan Batik 'Hai Pasee' pada Hari Batik Nasional di TMII

Konten Rekomendasi

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayahwa), saat meninjau langsung kondisi fasilitas Asrama Putri IPAU di Gampong Lamgugob, Banda Aceh

Sambangi Asrama IPAU di Banda Aceh, Bupati Ayahwa Dukung Hunian Layak Mahasiswa Aceh Utara

19 Juni 2026
Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Mudirsyah (Robert), saat meninjau langsung pengerjaan perbaikan jalan lingkungan dan usaha tani menggunakan alat berat di Gampong Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara

Peduli Petani, Robert PNA Fasilitasi Alat Berat untuk Perbaiki Jalan Tani Gampong Hueng

17 Juni 2026
Dinas Sosial PPPA Aceh Utara

Trending

  • Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Mudirsyah (Robert), saat meninjau langsung pengerjaan perbaikan jalan lingkungan dan usaha tani menggunakan alat berat di Gampong Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara

    Peduli Petani, Robert PNA Fasilitasi Alat Berat untuk Perbaiki Jalan Tani Gampong Hueng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudirsyah Robert Tuntaskan Masalah Pengairan Sawah di Tanah Luas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambangi Asrama IPAU di Banda Aceh, Bupati Ayahwa Dukung Hunian Layak Mahasiswa Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN PPM Unimal di Desa Tutong Matangkuli, Kelompok 61 Lakukan Penyuluhan Pertanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil AKBP Trie Aprianto, Perwira Berpengalaman dalam Pemberantasan Narkoba, Kini Jabat Kapolres Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram TikTok

Media Info Aceh Utara menyajikan berita dan informasi sebagai sarana literasi digital di Aceh Utara secara khusus dan Aceh pada umumnya.

Redaksi dan Manajemen

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2023 PT Pasai Info Media

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi

© 2023 PT Pasai Info Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In