INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Malikussaleh (Unimal) menggandeng warga Desa Panton Rayeuk 2, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, untuk menjalankan berbagai program kerja unggulan. Kolaborasi ini berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta optimalisasi pemanfaatan sektor pertanian lokal selama masa pengabdian yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Sebagai tanda mulainya pengabdian di tengah masyarakat, para mahasiswa menggelar acara pelepasan dan penyambutan secara khidmat di kediaman keuchik Desa Panton Rayeuk 2 pada Sabtu (1/8/2026). Melalui kegiatan ini, Kelompok 38 berkomitmen menerapkan ilmu pengetahuan dari kampus secara langsung guna menjawab kebutuhan mendasar warga setempat.
Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui inovasi program unggulan. Langkah ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi warga serta meningkatkan efektivitas sektor pertanian yang menjadi tumpuan utama masyarakat Desa Panton Rayeuk 2.
Aparatur gampong bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 38, Dr. Muhammad Fazil, S.Ag., M.Soc.Sc., turut menghadiri prosesi serah terima tersebut. Dalam kesempatan itu, Keuchik Desa Panton Rayeuk 2, Ahmad Zamzami, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan menaruh harapan besar terhadap keberhasilan kolaborasi ini.
“Kami dari jajaran aparatur desa dan masyarakat sangat terbuka menerima kehadiran Adik-Adik mahasiswa. Kami berharap program kerja yang dibawa bisa bersinergi dengan kebutuhan warga dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Desa Panton Rayeuk 2,” ujar Ahmad Zamzami.
Menanggapi sambutan hangat tersebut, Ketua Kelompok 38 KKN, Awali Harapan Zega, menyampaikan apresiasi sekaligus memohon arahan dari tokoh dan warga setempat. Langkah ini penting agar seluruh rancangan program dapat terealisasi secara tepat sasaran serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa.
Sebagai penutup, seluruh peserta merangkaikan kegiatan pelepasan ini dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara mahasiswa dan aparatur desa. Momen tersebut menjadi awal sinergi yang kuat antara dunia akademis dan masyarakat pedesaan di Kecamatan Kuta Makmur. []




















