INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 11 UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar sosialisasi antiperundungan (anti-bullying) di SD Negeri 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (31 Juli–1 Agustus 2026), tersebut bertujuan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Langkah preventif ini berfokus pada edukasi pencegahan perundungan sejak dini guna membentuk karakter peserta didik.
Mahasiswa KPM UIN SUNA menilai pentingnya pemahaman antiperundungan di tingkat sekolah dasar karena perilaku buruk, seperti mengejek, menghina, memberi julukan negatif, mengucilkan teman, hingga tindakan fisik, kerap dianggap sekadar candaan biasa. Padahal, perlakuan tersebut dapat merusak perkembangan emosional, menurunkan kepercayaan diri, serta mengganggu kenyamanan belajar siswa.
Tiga mahasiswa tampil sebagai pemateri dengan membawakan topik bahasan yang saling melengkapi. Jihan Indriani dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) memaparkan materi pertama mengenai “Pengertian dan Dampak Perundungan”.
Pemateri kedua, Lira Sundari dari Program Studi BKI, menjelaskan “Cara Mencegah dan Menghadapi Perundungan”. Sementara itu, Aris Gunawan dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) mengulas materi ketiga mengenai “Hukum Perundungan dalam Hukum Islam”.
Para pemateri menyampaikan edukasi secara interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi sederhana. Pendekatan interaktif ini memudahkan siswa sekolah dasar memahami bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai empati, toleransi, serta keberanian untuk melapor jika melihat tindakan perundungan.
Ketua KPM Kelompok 11 UIN SUNA menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kegiatan sosialisasi antiperundungan merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang positif,” ujarnya.
Pihak sekolah dan masyarakat menyambut hangat inisiatif para mahasiswa yang bertugas di Desa Geudumbak tersebut. Pihak SD Negeri 2 Langkahan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KPM Kelompok 11 UIN SUNA dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari tindakan perundungan.
Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan akademik dan tokoh masyarakat setempat. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KPM UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Saiful Bahri, S.Pd.I., M.A., turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya kegiatan mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, Geuchik setempat, Saiful Bahri, S.Pd., ikut menyambut rombongan DPL KPM UIN SUNA.
Melalui sinergi antara mahasiswa, sekolah, orang tua, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di SD Negeri 2 Langkahan sehingga melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta peduli terhadap sesama. []




















