INFOACEHUTARA.com — Siti Aisah Br. Ginting, S.P., resmi memimpin Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Utara setelah Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayahwa), melantiknya di Aula Setdakab setempat, Lhoksukon, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Siti Aisah menegaskan kesiapannya untuk langsung memperkuat pelayanan publik dan menggenjot produktivitas sektor pertanian demi mendukung terwujudnya swasembada pangan di wilayah tersebut.
Pelantikan mantan Sekretaris Distanpan Aceh Utara ini merupakan bagian dari pengambilan sumpah 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Penetapan Siti Aisah sendiri merupakan hasil dari seleksi terbuka JPT Pratama Tahun 2026. Selain itu, penataan birokrasi ini bertujuan memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus mendukung terwujudnya visi “Aceh Utara Bangkit” yang BerAKHLAK dan Bangga Melayani Bangsa.
Seusai prosesi pelantikan, Siti Aisah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan dan amanah yang telah ia terima dari Bupati Aceh Utara beserta seluruh jajaran Pemkab. Ia meyakini bahwa sektor pertanian dan pangan memegang peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
“Dengan amanah dan tanggung jawab baru ini, diharapkan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara dapat terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta membangun sinergi bersama petani dan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan Aceh Utara Bangkit, mandiri pangan, dan semakin sejahtera,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Ayahwa menegaskan bahwa jabatan bukanlah sebuah hadiah atau tempat mencari kenyamanan, melainkan amanah yang wajib dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan hasil nyata.
Guna memastikan jalannya pemerintahan yang efektif, Bupati Ayahwa memberikan waktu 100 hari pertama bagi para pejabat baru untuk membuktikan kinerja maksimal, terukur, dan berdampak nyata.
Bupati mengingatkan bahwa Aceh Utara membutuhkan kerja cepat serta langkah konkret, terutama dalam memacu percepatan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana banjir.
Selain fokus pada peningkatan pelayanan publik, Ayahwa juga meminta para pejabat baru juga harus menggeser perhatian pada percepatan realisasi fisik dan keuangan anggaran yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui konsolidasi organisasi, pemetaan persoalan, serta penetapan target prioritas. []





















