LHOKSUKON — Alkisah pada hari yang penuh daulat ini, gema nyanyian kuno lagi etnik dari tanah Aceh mengalun memecah angkasa, membawa sukacita yang teramat sangat bagi sekalian khalayak di halaman istana.
Adalah kumpulan musik Bink Vho, yang datang menghadap dan menjadi pusat perhatian, melagukan kesenian leluhur sebagai puncak perayaan tatkala bumi Samudra Pasai genaplah usianya delapan ratus tahun.
Persembahan agung ini seketika menyihir segala mata yang memandang, menjadikan perayaan tersebut sebuah adat khidmat yang amat besar lagi mulia.
Syahdan, kemeriahan yang dibawa oleh Bink Vho ini tiadalah berdiri sendiri, melainkan bersambut dengan lautan manusia yang membanjiri pusat negeri.
Segala rakyat sekaliannya pun berhimpunlah; tampak berduyun-duyun ada yang datang dari hulu dan ada pula yang datang dari hilir. Masing-masing warga dengan penuh gelora pulang ke negerinya serta bersuka-sukaan.
Kehadiran mereka semata-mata didorong oleh hasrat yang satu, yakni sebab hendak meramaikan temasya hari lahir negeri Pasai yang beroleh daulat kemuliaan itu.
Hatta, melihat persembahan yang sedemikian indahnya, rona kebahagiaan pun terpancar di seluruh penjuru. Adapun segala isi negeri Pasai, baik yang tua maupun yang muda, sekaliannya bersenang hati menyelami kemeriahan perayaan yang diyakini membawa sentosa dan makmur bagi masa depan mereka.
Kehadiran Bink Vho bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan jiwa rakyat masa kini dengan ruh para indatu (leluhur) di masa lampau.
Arakian, sebagai penutup dari persembahan yang memukau jiwa itu, sang biduan dari kumpulan Bink Vho pun menuturkan perasaannya di hadapan lautan rakyat yang terpukau. Dengan penuh takzim, ia mengucapkan kata,
“Teramatlah besar hati hamba dapat melagukan nyanyian kaum purbakala ini, sebagai tanda bakti hamba kepada tanah leluhur yang amat mulia ini.”
Maka, setelah ujaran itu terucap, bergempitalah kembali bunyi suara nyanyian itu bersahut-sahutan di halaman istana, lalu bersukalah segala bangsa memuji kebesaran hari yang berbahagia itu. []





















