INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah konkret dalam menangani isu kesehatan nasional di tingkat desa. Bekerja sama dengan relawan Fahmi Ummi Aceh Utara, tim mahasiswa membagikan biskuit sehat kepada murid TK Negeri Pembina, Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN untuk menekan angka stunting (tengkes) pada anak usia dini. Pemilihan lokasi di lingkungan sekolah bertujuan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan mendapatkan pengawasan langsung dari tenaga pendidik serta wali murid.
Selain menyalurkan biskuit kaya nutrisi, Kelompok 25 juga memberikan edukasi ringan mengenai pentingnya pola makan sehat. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak usia dini yang merupakan kelompok paling rentan terhadap masalah kekurangan gizi kronis.
Ketua Kelompok 25, Hirzy Akmal, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata kami dalam mendukung program kesehatan masyarakat desa, khususnya untuk menjamin tumbuh kembang anak yang optimal agar terhindar dari risiko stunting,” ujar Hirzy.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari ibu-ibu relawan Fahmi Ummi Aceh Utara. Perwakilan relawan menyatakan bahwa pembagian biskuit ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bagi para orang tua.
“Kami berharap bantuan biskuit sehat ini bisa menjadi pemicu perhatian orang tua terhadap pentingnya asupan gizi anak setiap hari. Pencegahan stunting perlu dimulai dari langkah kecil namun dilakukan secara rutin,” ungkap salah satu relawan.
Langkah preventif yang diinisiasi oleh mahasiswa Unimal ini disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala TK Negeri Pembina Desa Bangka Jaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian para mahasiswa dan relawan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh anak didik dan para orang tua di desa tersebut.
Melalui kolaborasi antara akademisi, relawan, dan instansi pendidikan ini, diharapkan kesadaran akan bahaya stunting di Desa Bangka Jaya terus meningkat, sehingga mampu menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh. []























