INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 03 UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melestarikan kearifan lokal Aceh dengan terlibat langsung dalam prosesi merangkai ranup (Ba Peuha Ranup) di Desa Cot Iboih, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 24 Juli hingga 22 Agustus 2026 ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk memahami dan menjaga warisan budaya setempat secara langsung di tengah masyarakat.
Masyarakat Desa Cot Iboih dengan antusias mengajak mahasiswa KPM untuk melihat sekaligus merangkai ranup. Tradisi ini merupakan bagian vital dalam prosesi adat pernikahan Aceh, khususnya saat intat linto baro (mengantar mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan).
Selain berfungsi sebagai hidangan adat, ranup yang terangkai rapi memuat bahan-bahan pelengkap yang kaya akan makna filosofis. Bagi masyarakat Aceh, susunan ranup melambangkan simbol penghormatan, kebersamaan, dan penyambutan yang penuh kehangatan.
Seorang perwakilan warga menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para mahasiswa di lokasi pengabdian.
“Kehadiran mahasiswa KPM tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat setempat,” ujarnya.
Selanjutnya, interaksi erat yang terjalin selama prosesi merangkai ranup memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga. Pengalaman budaya ini secara nyata memperkaya wawasan serta menumbuhkan rasa apresiasi mahasiswa terhadap kearifan lokal yang masih lestari.
Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini tidak sekadar berorientasi pada pelaksanaan program kerja fisik, melainkan juga menjadi wadah untuk saling belajar dan menjaga identitas bangsa. Sivitas akademika berharap mahasiswa KPM UIN SUNA dapat menjadi agen yang aktif memperkenalkan serta mengangkat nilai-nilai budaya Aceh kepada masyarakat luas.
Tradisi merangkai ranup yang bertahan di Desa Cot Iboih membuktikan bahwa nilai-nilai budaya Aceh terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui semangat kebersamaan antara warga dan mahasiswa. []



![[Opini] Super Garuda Shield dan Ironi Aceh: Ketika Perisai Terdepan Justru Terlupakan](https://infoacehutara.com/wp-content/uploads/2025/07/686b5344282a9-350x250.jpeg)

















