INFOACEHUTARA.com — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 11 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe merintis pembentukan Bank Sampah di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (2/8/2026). Langkah ini bertujuan mendorong warga setempat memilah dan mengolah sampah rumah tangga agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Program kerja unggulan ini menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi aktif warga. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM merangkul Pemerintah Desa Geudumbak, perangkat desa, serta masyarakat setempat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang tertata dan berkelanjutan.
Guna mengawali pembentukan Bank Sampah tersebut, mahasiswa menggelar edukasi interaktif mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pemahaman mendalam bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya dapat mendatangkan keuntungan finansial jika dikumpulkan, dipilah, dan dijual ke pengepul.
Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator KPM Kelompok 11 menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah. “Program Bank Sampah tidak hanya bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa berharap masyarakat dapat menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan yang berkelanjutan sehingga kebersihan desa tetap terjaga.
Pemerintah Desa Geudumbak memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Pihak desa menilai kehadiran Bank Sampah menjadi langkah awal yang strategis untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
Aksi nyata mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat mampu memberikan dampak positif jangka panjang. Mahasiswa berharap Bank Sampah Desa Geudumbak dapat terus berkembang secara mandiri dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam mewujudkan kawasan yang bersih, sehat, dan produktif. []




















