INFOACEHUTARA.com — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, menyambangi Asrama Putri Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) di Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Jumat (19/6/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi fasilitas sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyediaan hunian yang layak bagi mahasiswa.
Ketua Umum IPAU, Rifki Ismail, S.Ag., M.Pd., bersama pengurus dan para penghuni asrama menyambut langsung kehadiran orang nomor satu di Aceh Utara tersebut. Dalam pertemuan itu, Rifki menjelaskan bahwa beberapa bagian bangunan asrama putri, seperti atap beton yang mengelupas, jendela, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), membutuhkan rehabilitasi mendesak.
Selain kerusakan fisik, Rifki mengungkapkan bahwa kapasitas asrama saat ini sudah tidak memadai untuk menampung mahasiswa dari 27 kecamatan di Aceh Utara. Saat ini, bangunan tersebut hanya memiliki delapan kamar yang harus menampung sekitar 26 mahasiswi. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat memperluas bangunan tersebut pada masa depan.
Tidak hanya asrama putri, IPAU ternyata juga mengelola sebuah asrama putra yang berlokasi di Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Pengurus berharap pemerintah daerah memberikan dukungan peningkatan sarana dan prasarana serupa agar tempat tersebut menjadi ruang pembinaan yang nyaman serta produktif.
Menurut Rifki, keberadaan asrama selama ini memegang peran krusial, bukan sekadar sebagai tempat tinggal bagi para mahasiswa. Fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pembentukan karakter dan kedisiplinan yang mendukung aktivitas akademik serta pengembangan diri mereka.
Merespons berbagai aspirasi tersebut, Bupati Aceh Utara menyatakan bahwa pemerintah daerah akan segera memprioritaskan perbaikan fasilitas yang mendesak. Bupati juga berjanji akan mengkaji peluang dukungan anggaran untuk pengembangan bangunan pada masa mendatang.
Bupati Ayahwa memberikan pernyataan langsungnya saat meninjau lokasi asrama tersebut. “Kita melihat langsung kondisi yang ada. Beberapa bagian memang perlu segera diperbaiki agar mahasiswa dapat tinggal dan belajar dengan aman serta nyaman. Selanjutnya, akan kita pelajari peluang dukungan lanjutan sesuai kebutuhan,” ujar Ayahwa.
Lebih lanjut, Ayahwa menegaskan bahwa mahasiswa yang tengah menempuh studi di Banda Aceh merupakan aset berharga yang harus mendapatkan perhatian penuh. Baginya, pemenuhan fasilitas yang layak akan sangat membantu proses belajar mereka sebelum nantinya kembali untuk membangun daerah asal.
Menutup kunjungan tersebut, Ayahwa kembali menekankan pentingnya peran generasi muda bagi masa depan Kabupaten Aceh Utara.
“Generasi muda yang sedang belajar hari ini adalah calon penggerak pembangunan Aceh Utara pada masa depan. Karena itu, pemerintah perlu hadir untuk mendukung proses mereka agar dapat tumbuh dan kembali mengabdi untuk daerah,” tutup Bupati Ayahwa. []



















