Info Aceh Utara
  • Login
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
Kirim
Langganan
Info Aceh Utara
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi
No Result
View All Result
Info Aceh Utara
No Result
View All Result
  • News
  • Aceh
  • Aceh Utara
  • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
  • Peristiwa
  • Politik
  • Teknologi
Home Daerah Aceh Utara

Penulis Islam Guru Mahdi Idris Teungku Aceh Pintar Menulis Sastra Itu Telah Pergi

Redaksi by Redaksi
22 Juni 2022
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Penulis Islam Guru Mahdi Idris Teungku Aceh Pintar Menulis Sastra Itu Telah Pergi

Teungku Mahdi Idris, Sastrawan dan Ulama Muda Aceh Utara. Foto: Dok. Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Hamdani Mulya∗

Konten Terkait

Hikayat Sang Qari di Tanah Pasee: Syiar Suci Menembus Sunyi Teluk Sukun

Kasi Penkum Kejati Aceh dan Bank Aceh Syariah Sambangi Dayah Babussa’adah Al-Munawwarah

Durian Lezat dan Foto Banjir Hiasi Stan Langkahan di Piasan Pase

Mahdi Idris seorang guru yang bersahaja. Lahir di Desa Keureuto, Kecamatan Lapang, Kab. Aceh Utara, 3 Mai 1979. Mahdi Idris merupakan sosok teungku (ustaz) yang berlatar belakang pendidikan dayah (pesantren). Telah menjadi ikon dan spirit bagi penulis Aceh bahwa kalangan santri dan dai pun mampu menulis karya sastra serupa cerpen dan puisi. Hal itu mengingatkan kita akan sejarah ulama nusantara tempo dulu bahwa betapa eloknya karya para penulis yang lahir dari lingkungan pesantren seperti Ali Hasjmy. Yang menulis berbagai jenis karya sastra yang lezat untuk dibaca.

Dengan kehadiran guru Mahdi Idris di kancah sastra tanah air tentunya geliat menulis untuk kalangan orang pesantren kembali berdenyut.

Guru Mahdi yang akrab disapa Teungku Mahdi oleh para sahabatnya merupakan pembuka jalan bagi kalangan santri, tentunya jalan untuk menuju ke arah kebangkitan menulis sebagai tradisi intelektual muslim. Jalan yang mungkin juga sudah lama ditumbuhi rumput atau belukar yang menutup ruang ke jalan sastra, kini dibuka kembali oleh guru Mahdi Idris.

Mahdi Idris mengawali pendidikan di pondok Pesantren Modern Al-Muslimun Lhoksukon dari tahun 1992 sampai 1996. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Pesantren Nurul Yaqin Al-Aziziyah Aceh Pidie selama setahun. Pada tahun 1998 meneruskan perantauannya ke Aceh Barat Daya, tepatnya di Pesantren Raudhatul Ulum Alue Pisang, Kec. Kuala Batee. Pada tahun 2001 kembali ke kampung halaman, dan mengajar di Pesantren Nurul Huda Trieng Pantang, Kec. Lhoksukon, Aceh Utara sampai Juni 2003.

Mahdi Idris, pria yang luwes dalam bergaul ini adalah Sarjana lulusan Fakultas Syariah, Jurusan Muamalat pada STIS Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon, Aceh Utara ini mengawali karier bidang menulis sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Lhokseumawe pada awal 2009.

Guru Mahdi bisa dikatakan sebagai penyemangat menulis bagi kalangan santri, siswa madrasah, dan guru pesantren untuk mengulang kegemilangan Aceh dalam buku sejarah dan sastra yang digores dengan tinta emas.

ADVERTISEMENT

Guru Mahdi juga salah seorang guru yang pernah mengajar di Pesantren Terpadu Ruhul Islam Tanah Luas, SMAN 1 Matang Kuli, dan dosen STAI Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon, Aceh Utara. Ia sangat peka terhadap permasalahan sosial dan kearifan lokal Aceh. Lalu ia menuangkannya ide-ide tersebut dalam cerpen dan puisi yang ditulisnya.

“Potret kehidupan Aceh dalam buku kumpulan cerpen ini begitu terasa, dan sebagai putra Aceh, Mahdi berhasil memotret realita kehidupan kampung halamannya dalam sebuah cerita. Begitu mengena dan penuh nuansa,” ungkap Ayi Jufridar, Jurnalis dan Sastrawan mengomentari buku Lelaki Bermata Kabut yang diterbitkan oleh Cipta Media tahun 2011. Lelaki Bermata Kabut adalah salah satu buku karya Mahdi Idris berupa kumpulan cerpen karya sastrawan muda asal Aceh yang juga seorang guru.

Eksistensi Mahdi Idris dalam berkarya memang tidak berhenti dalam sebuah cerpen, ia juga menulis puisi, resensi, dan ulasan sastra. Sebagai seorang guru ia juga mengajar dengan buku melalui karya yang ditulisnya, Mahdi mengajar dan berdakwah melalui media. Cara yang ia tempuh adalah dengan menulis. Ini sangat menggembirakan, mengingat gairah perkembangan sastra di Aceh semakin pesat dengan lahir para penulis muda yang mencoba menunjukkan eksistensinya, Mahdi adalah salah satunya.

“Menarik, ringan serta khas. Antologi cerpen sang guru Mahdi Idris mengajak saya dalam banyak hal dalam kisahnya. Kekhasan Aceh yang mengental, kritik sosial yang ringan serta tidak menggurui, membuat saya kagum dengan penulis guru ini….” demikianlah komentar R.H.Fitriadi, penulis novel asal Aceh menilai buku berjudul Jawai karya Mahdi Idris, buku yang layak dibaca oleh semua kalangan.

Mahdi Idris telah melahirkan beberapa buku hasil goresan penanya berupa kumpulan cerpen tunggalnya yang telah terbit: Lelaki Bermata Kabut (Cipta Media, 2011), Sang Pendoa (Yayasan Pintar, 2013), dan kumpulan puisi Lagu di Persimpangan Jalan ( Yayasan Pintar, 2013).

Selain itu, karya Mahdi Idris dimuat di berbagai buku antologi puisi bersama sastrawan nasional lainnya. Karya Mahdi tersebar dimuat di berbagai surat kabar dan majalah seperti: Harian Aceh, Serambi Indonesia, Aceh Independent, Aceh Post, Rakyat Aceh, majalah Potret, Assifa, Joe Fiksi, tabloid Narit, Waspada, Jurnal Seni Kuflet, Lintas Gayo, Metronews Jakarta, Pikiran Merdeka, Suara Pembaruan, Jurnal Nasional, dan lain-lain.

Mahdi juga aktif sebagai pengurus Mahkamah Adat Aceh (MAA) Kab. Aceh Utara dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kab. Aceh Utara. Beliau sering menjadi juri lomba menulis dan membaca karya sastra di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Serta menjadi khatib Jum’at di masjid.

Pada tahun 2011 Pak Mahdi meraih juara II sayembara penulisan buku pengayaan Puskurbuk Kemendikbud dengan judul naskah manuskrip Nyanyian Rimba, dikalangan pihak Kemendikbud Mahdi Idris dipanggil dengan sebutan Pak Aceh, satu-satunya guru dari seluruh Indonesia yang menghadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memakai peci dan memakai baju muslim untuk mengambil hadiah, sertifikat, dan tropi penghargaan bagi penulis Mahdi Idris.

Kita berharap guru Mahdi Idris dapat menggantikan almarhum Ali Hasjmy ulama sekaligus sastrawan besar Indonesia asal Aceh, Bapak Bahasa dan Sastra Asia Tenggara. Menurut hemat penulis bisa dikatakan Mahdi Idris nantinya akan seperti Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah (HAMKA) ulama yang sastrawan nasional asal Padang, Sumatera Barat, bagi orang Aceh. Sosok dan pemikiran HAMKA sebagian ada pada jati diri Mahdi Idris. Jadi bisa dikatakan bahwa Mahdi Idris adalah calon HAMKA-nya orang Aceh.

Demikianlah, semoga bermanfaat. Salam sastra dari tanah Pasai, Aceh Utara.

Sumbok Rayeuk, Nibong 22 Juni 2022

∗Penulis esai dan pengamat sastra

Penulis : Hamdani Mulya
Tags: hamdani mulyaLelaki Bermata Kabutmahdi idrisnovel jawai

KontenTerkait

Kesunyian yang Menggetarkan: Kursi kosong tak menyurutkan langkah qari internasional melantunkan ayat suci di Haul 800 Tahun Kesultanan Samudra Pasai, Lapangan Landing, Lhoksukon
Aceh Utara

Hikayat Sang Qari di Tanah Pasee: Syiar Suci Menembus Sunyi Teluk Sukun

11 September 2026
Sinergi Kejati Aceh, Dinas Pendidikan Dayah, dan Bank Aceh Syariah saat menyosialisasikan sadar hukum lewat program Jaksa Masuk Dayah di Dayah Babussa’adah Al-Munawwarah, Aceh Utara
Aceh Utara

Kasi Penkum Kejati Aceh dan Bank Aceh Syariah Sambangi Dayah Babussa’adah Al-Munawwarah

10 September 2026
Pengunjung mengamati deretan foto dokumentasi banjir di Kecamatan Langkahan yang dipamerkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-800 Aceh Utara/Samudra Pasai
Aceh Utara

Durian Lezat dan Foto Banjir Hiasi Stan Langkahan di Piasan Pase

10 September 2026
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Samsul Bahri, S.E., saat memberikan keterangan terkait pembukaan stan pelayanan ZISWAF pada Peringatan Milad Ke-800 Samudera Pasai
Aceh Utara

Baitul Mal Aceh Utara Incar Gen Z Melalui Sosialisasi ZISWAF Digital di Pameran Milad

8 September 2026
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), mengajak masyarakat meramaikan peringatan HUT ke-800 Aceh Utara/Samudra Pasai di Lapangan Landing, Lhoksukon
Aceh Utara

Bupati Ayahwa Ajak Warga Sukseskan Peringatan 8 Abad Samudra Pasai di Landing

5 September 2026
Ketua UPT Perpustakaan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Nurjannah, saat menandatangani nota kerja sama dengan Ketua Perpustakaan Cerdas Bangsa Gampong Ude, Syarwiyah, di Kabupaten Aceh Utara
Aceh Utara

Gagasan Mahasiswa KPM Berbuah Manis, Perpustakaan Gampong Ude Gandeng Kampus UIN Sultanah Nahrasiyah

4 September 2026
Next Post
RSUD Dr Muchtar Hasbi Lhoksukon Diresmikan, Layani Pasien Rawat Jalan

RSUD Dr Muchtar Hasbi Lhoksukon Diresmikan, Layani Pasien Rawat Jalan

Cegah Meluasnya PMK, Polsek Syamtalira Bayu Distribusikan Eco Enzyme

Cegah Meluasnya PMK, Polsek Syamtalira Bayu Distribusikan Eco Enzyme

Konten Rekomendasi

Suasana kompleks Makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih menjelang peringatan Haul ke-750 Tahun (696–1446 H) yang diselenggarakan oleh Center for Information of Samudra Pasai Heritage (CISAH)

800 Tahun Aceh Utara: Perayaan Sejarah atau Kekeliruan yang Dilegalkan?

7 September 2026
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Samsul Bahri, S.E., saat memberikan keterangan terkait pembukaan stan pelayanan ZISWAF pada Peringatan Milad Ke-800 Samudera Pasai

Baitul Mal Aceh Utara Incar Gen Z Melalui Sosialisasi ZISWAF Digital di Pameran Milad

8 September 2026
Pengunjung mengamati deretan foto dokumentasi banjir di Kecamatan Langkahan yang dipamerkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-800 Aceh Utara/Samudra Pasai

Durian Lezat dan Foto Banjir Hiasi Stan Langkahan di Piasan Pase

10 September 2026
Dinas Sosial PPPA Aceh Utara

Trending

  • Sinergi Kejati Aceh, Dinas Pendidikan Dayah, dan Bank Aceh Syariah saat menyosialisasikan sadar hukum lewat program Jaksa Masuk Dayah di Dayah Babussa’adah Al-Munawwarah, Aceh Utara

    Kasi Penkum Kejati Aceh dan Bank Aceh Syariah Sambangi Dayah Babussa’adah Al-Munawwarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Durian Lezat dan Foto Banjir Hiasi Stan Langkahan di Piasan Pase

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baitul Mal Aceh Utara Incar Gen Z Melalui Sosialisasi ZISWAF Digital di Pameran Milad

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil AKBP Trie Aprianto, Perwira Berpengalaman dalam Pemberantasan Narkoba, Kini Jabat Kapolres Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 800 Tahun Aceh Utara: Perayaan Sejarah atau Kekeliruan yang Dilegalkan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram TikTok

Media Info Aceh Utara menyajikan berita dan informasi sebagai sarana literasi digital di Aceh Utara secara khusus dan Aceh pada umumnya.

Redaksi dan Manajemen

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2023 PT Pasai Info Media

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
    • Aceh
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
  • Nasional
  • Ekonomi
    • UMKM
  • Opini
    • Kopi Aceh
  • Politik
  • More
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Pariwisata
      • Kuliner
    • Pendidikan
    • Sastra
    • Teknologi

© 2023 PT Pasai Info Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In